Nilai Ekspor Kalsel Bulan Mei Naik 3,11 Persen

 Perkembangan Ekspor dan Impor Kalimantan Selatan Bulan Mei 2019

 Banjarmasin, mediaprospek.com–Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, pada saat jumpa Pers, kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, serta para undangan di Aula kantor BPS Banjarbaru, mengatakan bahwa Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Selatan bulan Mei 2019 mencapai US$690,55 juta atau naik 3,11 persen dibanding ekspor bulan April 2019 yang mencapai US$669,70 juta dan naik 0,26 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Mei 2018 yang mencapai US$688,74 juta. Adapun kelompok komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$623,75 juta dan negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$242,05 juta.Senin, (1/7) siang.

Diah mengatakan bahwa nilai impor Kalimantan Selatan bulan Mei 2019 sebesar US$91,05 juta atau turun sebesar 27,10 persen dibanding impor bulan April 2019 yang mencapai US$124,90 juta. Sedangkan jika dibandingkan dengan nilai impor bulan Mei 2018, nilai tersebut turun sebesar 49,91 persen yang pada saat itu nilainya mencapai US$181,76 juta. Komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$62,56 juta dan negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Singapura sebesar US$ 38,28 juta.

Selanjutnya, pada neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan Mei 2019 surplus US$599,50 juta. Lebih besar daripada neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan lalu yang surplus US$544,80 juta.

Ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan pada bulan Mei 2019 mencapai US$690,55 juta atau naik sebesar 3,11 persen dibanding nilai ekspor bulan April 2019 yang mencapai US$669,70 juta. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Mei 2018 yang mencapai US$688,74 juta, maka nilai ekspor bulan Mei 2019 ini naik sebanyak 0,26 persen.

Menurut diah, Kelompok barang utama penyumbang ekspor terbesar Kalimantan Selatan bulan Mei 2019 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit ada pada kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$623,75 juta. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 3,26 persen dibanding ekspor bulan April 2019 yang mencapai US$604,07 juta. Sementara itu, di urutan kedua adalah kelompok lemak & minyak hewani/nabati (HS 15) yang menyumbang ekspor dengan nilai US$56,63 juta yang juga mengalami kenaikan sebesar 11,17 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di urutan ketiga adalah kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dengan nilai ekspor US$4,05 juta yang turun sebanyak 57,65 persen dibanding bulan April 2019 yang mencapai US$9,57 juta.

Diah menjelaskan bahwa, berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor bulan Mei 2019, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 90,33 persen. Kemudian diikuti oleh kelompok barang lemak & minyak hewani/nabati (HS 15) dan kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dengan kontribusi masing-masing sebesar 8,20 persen dan 0,59 persen. Berikutnya di urutan keempat dan kelima terdapat kelompok ampas/sisa industri makanan (HS 23) dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan kontribusi masing-masing sebesar 0,33 persen dan 0,25 persen. Peranan ekspor kelima kelompok barang ini pada bulan Mei 2019 mencapai 99,70 persen dari total ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan.

“Menurut negara tujuan utama ekspor, nilai ekspor tertinggi pada bulan Mei 2019 adalah ekspor dengan tujuan ke Tiongkok sebesar US$242,05 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 50,20 persen dibanding ekspor bulan April 2019 yang mencapai US$161,15 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke India sebesar US$146,58 juta, yang juga mengalami kenaikan sebesar 21,12 persen. Berada di urutan ketiga adalah ekspor ke Jepang sebesar US$96,08 juta yang turun sebesar 2,05 persen dibandingkan nilai ekspor ke negara ini bulan April 2019. Selanjutnya di urutan keempat dan kelima adalah Filipina dengan nilai ekspor US$43,65 juta dan Malaysia dengan nilai ekspor US$39,99 juta,”, katanya.

“Nilai ekspor kelima negara tujuan utama pada bulan Mei 2019 mencapai US$568,34 juta yang naik sebesar 17,65 persen dibandingkan nilai total kelima negara tersebut pada bulan April 2019 yang mencapai US$483,07 juta. Nilai ekspor Kalimantan Selatan kelima negara tujuan utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 82,30 persen terhadap total ekspor Mei 2019,”, ujarnya.

Perkembangan Impor

Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan Mei 2019 mencapai US$91,05 juta atau turun sebesar 27,10 persen dibanding nilai impor bulan April 2019 yang mencapai US$124,90 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor bulan Mei 2018 yang mencapai US$181,76 juta, maka nilai impor bulan Mei 2019 turun sebesar 49,91 persen.

Menurut kelompok barang, pada bulan Mei 2019 tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27), diikuti oleh kelompok mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84), dan kelompok benda-benda dari besi dan baja (HS 73). Nilai impor untuk ketiga kelompok barang tersebut masing-masing adalah HS 27 sebesar US$62,56 juta, HS 84 sebesar US$17,73 juta, dan HS 73 sebesar US$3,51 juta. Kontribusi dari masing-masing kelompok tersebut adalah sebesar 68,71 persen; 19,48 persen; dan 3,86 persen dari total impor Mei 2019.

Nilai impor 5 kelompok barang utama pada bulan Mei 2019 mencapai US$88,09 juta dengan kontribusi mencapai 96,75 persen dari total impor. Sedangkan dari sisi perkembangan, nilai impor 5 kelompok barang utama tersebut pada bulan Mei 2019 ini mengalami penurunan sebesar 26,30 persen dibanding dengan impor bulan April 2019.

Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan Mei 2019 tertinggi berasal dari Singapura dengan nilai US$38,28 juta, yang mengalami penurunan sebesar 37,59 persen dibandingkan impor pada bulan April 2019 yang mencapai US$61,33 juta. Berada di urutan kedua adalah Malaysia dengan nilai impor mencapai US$28,75 juta yang mengalami kenaikan sebesar 48,42 persen. Sedangkan berada di urutan ketiga adalah Korea Selatan dengan nilai impor US$18,67 juta.

Kontribusi impor dari Singapura mencapai 42,04 persen dari total nilai impor Kalimantan Selatan bulan Mei 2019, sedangkan impor dari Malaysia dan Korea Selatan memberikan kontribusi masing-masing sebesar 31,57 persen dan 20,51 persen.

Pada bulan Mei 2019 ini posisi keempat dan kelima ditempati oleh Jerman dan Kanada, dengan nilai impor masing-masing sebesar US$1,03 juta dan US$0,87 juta. Nilai impor 5 negara tujuan utama pemasok impor ke Kalimantan Selatan tersebut pada bulan Mei 2019 mencapai US$87,59 juta dengan kontribusi sebesar 96,20 persen. Dilihat dari sisi perkembangan, impor dari 5 negara tujuan utama tersebut turun sebanyak 17,14 persen dibanding nilai impor kelimanya pada bulan April 2019.

Neraca Perdagangan Kalimantan Selatan tetap menunjukan nilai yang positif. Pada bulan Mei 2019 ini, neraca perdagangan ekspor impor surplus sebesar US$599,50 juta, nilai tersebut lebih besar dibandingkan neraca perdagangan pada bulan April 2019 lalu yang surplus sebesar US$544,80 juta. Selama bulan Januari sampai dengan Mei 2019 neraca perdagangan Kalimantan Selatan surplus sebesar US$2,82 miliar. (Mzr/tabloidprospek/BPS Prov Kalsel)

 376 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.