Juni, Inflasi Banjarmasin Sebesar 0,29 Persen

 

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Provinsi Kalimantan Selatan Bulan Juni Tahun 2019

Banjarmasin, mediaprospek.com–Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, pada saat jumpa Pers, kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, serta para undangan di Aula kantor BPS Banjarbaru, mengatakan bahwa, Bulan Juni 2019, di Kota Banjarmasin terjadi Inflasi sebesar 0,29 persen. Laju inflasi kalender tahun 2019 (Juni 2019 terhadap Desember 2018)  sebesar 3,20 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 4,17 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain beras, emas perhiasan, ikan bakar, ikan kembung/gembung dan rokok kretek. Senin, (1/7) siang.

Selain itu, di Kota Tanjung, pada Bulan Juni 2019 mengalami Deflasi sebesar 0,10 persen. Laju inflasi kalender Tahun 2019 ( Juni 2019 terhadap Desember 2018) terjadi inflasi sebesar 1,52 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 1,71 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain daging ayam ras, jeruk, bayam, bawang putih, semangka. •

Diah mengatakan bahwa, dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat  76 kota mengalami inflasi, 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Manado sebesar 3,60 persen, dan terendah di kota Singaraja sebesar 0,02 persen. Kota yang mengalami deflasi tertinggi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,41 persen dan deflasi terendah kota Jayapura sebesar 0,08 persen.

Pada Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) menurut kelompok pengeluaran pada bulan Juni 2019 di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,29 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 138,47 pada bulan Mei 2019 menjadi 138,87 pada bulan Juni 2019.

Diah menjelaskan bahwa Inflasi di Kota Banjarmasin bulan Juni 2019 terjadi karena adanya kenaikan  indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,04 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,53 persen, kelompok perumahan, air,listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,22 persen, kelompok sandang sebesar 1,35 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,15 persen dan satu kelompok mengalami penurunan yaitu kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,31 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain beras, emas perhiasan, ikan bakar, ikan kembung/gembung dan rokok kretek. “Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain angkutan udara, ikan gabus, telur ayam ras, ikan patin dan angkutan laut,”, ujarnya.

“Di Kota Tanjung, pada bulan Juni 2019 terjadi deflasi sebesar  0,10 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,08 pada bulan Mei 2019 menjadi 135,95 pada bulan Juni 2019. Deflasi di Kota Tanjung bulan Juni 2019 terjadi karena adanya penurunan  indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,66 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,06 persen, kelompok yang mengalami kenaikan kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,20 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 0,27 persen,  kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen dan satu kelompok tidak  mengalami perubahan yaitu kelompok kesehatan. Beberapa komoditas yang mengalami  penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi dikota tanjung antar lain daging ayam ras, jeruk, bayam, bawang putih dan semangka,”, katanya.

“Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain kacang panjang, bawang putih merah, beras, ketimun, cabai merah. Di Kota Tanjung komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi selama bulan Juni 2019 antara lain daging ayam ras, jeruk, bayam, bawang putih, semangka. Pada bulan Juni 2019, secara umum dikota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,29 persen,”, imbuhnya.

“Dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi bulan Juni terjadi pada kelompok sandang sebesar  1,35 persen, dan terendah kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,15 persen. Komoditas yang dominan pendorong inflasi adalah beras, emas perhiasan, ikan bakar, ikan kembung/gembung, rokok kretek dan penahan inflasi yaitu angkutan udara, ikan gabus, telur ayam ras, ikan patin dan angkutan laut, sebutnya.

“Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Juni 2019, Kota Banjarmasin mengalami deflasi sebesar 1,08 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 1,12 persen dan komponen inti  (core inflation) mengalami  inflasi  sebesar  0,44 persen. Pada bulan Juni 2019, secara umum di Kota Tanjung terjadi deflasi sebesar 0,10 persen. dilihat dari kelompok pengeluaran deflasi tertinggi bulan Juni terjadi pada kelompok bahan makanan  sebesar 0,66 persen sedangkan inflasi terkecil kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,06 persen,”, pungkjasnya.

“Komoditas yang dominan penahan inflasi adalah daging ayamMenurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Juni 2019 Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secaraumum mengalami deflasi sebesar 0,77 persen dan komponen inti  (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Juni 2019  Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar  1,01 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar  0,98 persen dan komponen inti  (core inflation) mengalami  inflasi  sebesar  0,42 persen,”, bebernya.

Perbandingan Inflasi Antar Kota di Kalimantan Di 82 kota di Indonesia, tercatat 76 kota mengalami inflasi, 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Manado sebesar 3,60 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Singaraja sebesar 0,02 persen dan kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu kota Tanjung Pandan sebesar 0,41 persen, terendah dikota Jayapura sebesar 0,08 persen. Dari kota-kota IHK di wilayah pulau Kalimantan mengalami inflasi ada 8 kota, satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Balikpapan sebesar 0,96 persen dan inflasi terendah dikota Singkawang sebesar 0,07 persen . Satu kota mengalami deflasi yaitu kota Tanjung sebesar 0,10 persen. (Mzr/tabloidprospek/BPS Prov Kalsel)

 341 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.