Nilai Ekspor Kalsel Bulan April Turun 10,35 Persen

 Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc

Banjarmasin, mediaprospek.com–Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, serta para undangan dari Perwakilan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru, mengatakan bahwa,  nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Selatan bulan April 2019 mencapai US$669,70 juta atau turun 10,35 persen dibanding ekspor bulan Maret 2019 yang mencapai US$747,05 juta dan turun 6,55 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan April 2018 yang mencapai US$716,66 juta. Adapun kelompok komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$604,07 juta dan negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$161,15 juta. Senin, (10/6).

Diah mengatakan bahwa nilai impor Kalimantan Selatan bulan April 2019 sebesar US$124,90 juta atau naik sebesar 66,13 persen dibanding impor bulan Maret 2019 yang mencapai US$75,18 juta. Sedangkan jika dibandingkan dengan nilai impor bulan April 2018, nilai tersebut naik sebesar 33,28 persen yang pada saat itu nilainya mencapai US$93,71 juta. Komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$100,72 juta dan negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Singapura sebesar US$ 61,33 juta.

Diah Menambahakan bahwa neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan April 2019 surplus US$544,80 juta. Lebih kecil daripada neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan lalu yang surplus US$671,87 juta.

“Ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan pada bulan April 2019 mencapai US$669,70 juta atau turun sebesar 10,35 persen dibanding nilai ekspor bulan Maret 2019 yang mencapai US$747,05 juta. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan April 2018 yang mencapai US$716,66 juta, maka nilai ekspor bulan April 2019 ini turun sebanyak 6,55 persen,”, kata Diah.

“Kelompok barang utama penyumbang ekspor terbesar Kalimantan Selatan bulan April 2019 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit ada pada kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$604,07 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 8,81 persen dibanding ekspor bulan Maret 2019 yang mencapai US$662,46 juta. Sementara itu, di urutan kedua adalah kelompok lemak & minyak hewani/nabati (HS 15) yang menyumbang ekspor dengan nilai US$50,94 juta yang juga mengalami penurunan sebesar 34,51 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di urutan ketiga adalah kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dengan nilai ekspor US$9,57 juta yang naik sebanyak 136,21 persen dibanding bulan Maret 2019 yang mencapai US$4,05 juta,”, jelasnya.

“Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor bulan April 2019, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 90,20 persen. Kemudian diikuti oleh kelompok barang lemak & minyak hewani/nabati (HS 15) dan kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dengan kontribusi masing-masing sebesar 7,61 persen dan 1,43 persen. Berikutnya di urutan keempat dan kelima terdapat kelompok bijih, kerak, dan abu logam (HS 26) dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan kontribusi masing-masing sebesar 0,64 persen dan 0,13 persen. Peranan ekspor kelima kelompok barang ini pada bulan April 2019 mencapai 100,00 persen dari total ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan,”, paparnya.

Ekspor Menurut Negara Tujuan Utama

Menurut negara tujuan utama ekspor, nilai ekspor tertinggi pada bulan April 2019 adalah ekspor dengan tujuan ke Tiongkok sebesar US$161,15 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan sebesar 34,23 persen dibanding ekspor bulan Maret 2019 yang mencapai US$245,01 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke India sebesar US$121,02 juta, yang juga mengalami penurunan sebesar 8,64 persen. Berada di urutan ketiga adalah ekspor ke Jepang sebesar US$98,09 juta yang turun sebesar 11,92 persen dibandingkan nilai ekspor ke negara ini bulan Maret 2019. Selanjutnya di urutan keempat dan kelima adalah Filipina dengan nilai ekspor US$55,13 juta dan Malaysia dengan nilai ekspor US$47,68 juta.

Nilai ekspor kelima negara tujuan utama pada bulan April 2019 mencapai US$483,07 juta atau turun sebesar 18,75 persen dibandingkan nilai total kelima negara tersebut pada bulan Maret 2019 yang mencapai US$594,56 juta. Nilai ekspor Kalimantan Selatan kelima negara tujuan utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 72,13 persen terhadap total ekspor April 2019.

Perkembangan Impor

Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan April 2019 mencapai US$124,90 juta atau naik sebesar 66,13 persen dibanding nilai impor bulan Maret 2019 yang mencapai US$75,18 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor bulan April 2018 yang mencapai US$93,71 juta, maka nilai impor bulan April 2019 naik sebesar 33,28 persen.

Impor Menurut Kelompok Barang (HS 2 Dijit)

Menurut kelompok barang, pada bulan April 2019 tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27), diikuti oleh kelompok mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84), dan kelompok pupuk (HS 31). Nilai impor untuk ketiga kelompok barang tersebut masing-masing adalah HS 27 sebesar US$100,72 juta, HS 84 sebesar US$16,28 juta, dan HS 31 sebesar US$2,47 juta. Kontribusi dari masing-masing kelompok tersebut adalah sebesar 80,64 persen; 13,04 persen; dan 1,98 persen dari total impor April 2019.

Nilai impor 5 kelompok barang utama pada bulan April 2019 mencapai US$121,65 juta dengan kontribusi mencapai 97,40 persen dari total impor. Sedangkan dari sisi perkembangan, nilai impor 5 kelompok barang utama tersebut pada bulan April 2019 ini mengalami kenaikan sebesar 99,67 persen dibanding dengan impor bulan Maret 2019.

Impor Menurut Negara Asal

Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan April 2019 tertinggi berasal dari Singapura dengan nilai US$61,33 juta, yang mengalami kenaikan sebesar 163,62 persen dibandingkan impor pada bulan Maret 2019 yang mencapai US$23,26 juta. Berada di urutan kedua adalah Korea Selatan dengan nilai impor mencapai US$24,39 juta yang mengalami kenaikan sebesar 317,20 persen. Sedangkan berada di urutan ketiga adalah Malaysia dengan nilai impor US$19,37 juta.

Kontribusi impor dari Singapura mencapai 49,10 persen dari total nilai impor Kalimantan Selatan bulan April 2019, sedangkan impor dari Korea Selatan dan Malaysia memberikan kontribusi masing-masing sebesar 19,53 persen dan 15,51 persen.

Pada bulan April 2019 ini posisi keempat dan kelima ditempati oleh Jepang dan Tiongkok, dengan nilai impor masing-masing sebesar US$9,29 juta dan US$5,96 juta. Nilai impor 5 negara tujuan utama pemasok impor ke Kalimantan Selatan tersebut pada bulan April 2019 mencapai US$120,34 juta dengan kontribusi sebesar 96,35 persen. Dilihat dari sisi perkembangan, impor dari 5 negara tujuan utama tersebut naik sebanyak 120,96 persen dibanding nilai impor kelimanya pada bulan Maret 2019.

Pada neraca Perdagangan Kalimantan Selatan tetap menunjukan nilai yang positif. Pada bulan April 2019 ini, neraca perdagangan ekspor impor surplus sebesar US$544,80 juta, nilai tersebut lebih kecil dibandingkan neraca perdagangan pada bulan Maret 2019 lalu yang surplus sebesar US$671,87 juta. (Ais/Mzr/tabloidprospek)

 233 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.