Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemendesa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. Suprapedi, M.Eng, Sc :  ”Para Kader Setelah Pelatihan Jangan Diam Saja Tetapi Harus Bisa Tampil untuk Memberdayakan Desanya”

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemendesa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. Suprapedi, M.Eng, Sc, ketikan memberikan motivasi kepada para kader KPMD

Banjarmasin, mediaprospek.com–Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemendesa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. Suprapedi, M.Eng, Sc. didampingi para jajaran Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Banjarmasin, Kepala Balatmas Pepen Ependi yang diwakili Kasi Penyelenggaraan, Jafaruddin Nasution, Stp dan segenap para pelatih, pada acara penutupan Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Angkatan XII dan XIII di Balatmas Banjarmasin, dalam sambutannya, mengatakan bahwa, Para kader setelah pelatihan jangan diam saja tetapi harus bisa tampil, menggali terus potensi untuk memberdayakan atau memajukan desanya. “Jadi para kader sekalian, nanti kalau balik ke kampungnya ke desanya masing-masing jangan diam saja, tetapi, coba digali terus, dikomunikasikan, baik ke aparatur desanya maupun mengkonektifitaskan ke Balai yang ada di sini atau ke dinas-dinasnya, sehingga desanya bisa maju dan semakin berkembang, “ujarnya, Jumat, (17/5) Siang.

“Insya Allah yang sudah dilatih ini nanti akan sangat berguna. Karena Saya yakin, sudah on the track, membangun desa adalah membangun SDM dan SDM desa adalah SDM semacam inilah. Itu yang harus kita pimpin komunikasinya, kreatifitinya, “kata Suprapedi.

“Nanti para kader PMD setelah pulang pelatihan berembuk, memikirkan desanya mempunyai potensi apa, apakah BUMDes nya sudah diurus atau belum, “imbuh Suprapedi.

“Kalau ada kesempatan sebetulnya saya ingin menyampaikan tentang BUMDes juga. Kami sudah membuat instrumen yang bisa diakses online seluruh desa di Indonesia. Jadi Desa perlu pelatihan apa. Jadi itu partisipatif. Desanya melihat sendiri kebutuhannya apa, yang nantinya mintanya ke Balai. Selama ini kan Balai yang datang ke Dinas PMD nya nanya-nanya gitu, sekarang dibalik. Kalau melatih orang yang butuh dengan melatih orang yang tidak butuh beda. Ini sudah kita siapkan, “jelasnya.

Di era kemajuan teknologi, desa dengan menggunakan saluran-saluran digital dan lain-lain adalah merupakan peluang dan tantangan. Sekarang ini, sudah ada 20 ribu desa yang sudah mempunyai jaringan internet 4G (fourji) LTE bahkan 31 ribu desa 3G (trijinya) nya. Jadi kalau  dilihat  sudah ada 51 ribu desa. Dari data yang ada, semuanya sudah relatif internet, inilah harus dioptimalkan.

Di akhir sambutannya,  Ia memberikan apresiasinya kepada Balai yang punya kader-kader terpilih dan juga memberikan ucapan terimakasih kepada PSM.  ”Kami telah dan sedang menguatkan posisi Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) seluruh Indonesia, sehingga nanti bisa menjadi PSM utama yang usia pensiunannya bisa 65 tahun dengan tunjangan yang tinggi. Ini sedang kita perjuangkan karena PSM adalah penggerak swadaya masyarakat yang akan berinteraksi untuk mendampingi para kader-kader semuanya, “ jelasnya.

Dr Suprapedi juga kembali mengingatkan kepada para peserta pelatihan KPMD baik dari Kab. Barito Timur maupun Kab. Barito Selatan setelah pulang nanti agar terus diasah dan digunakan ilmunya, sehingga bisa mengangkat potensi-potensi yang ada di desanya masing-masing.

Pada acara selanjutnya ditandai dengaan pelepasan tanda peserta dan pemberian sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta yang diserahkan oleh Dr. Suprapedi, M.Eng, Sc, Aunur Rofik, Titis dan Ahmad Syarif kepada para peserta pelatihan dan dilanjutkan dengan berpoto bersama.

Levi Betiani, SPd salah satu peserta dari Desa Sababilah dari Kab Barito Selatan, mengatakan bahwa Pelatihan Kader PMD ini sangat bermanfaat dan sangat luar biasa bagi dirinya, “Semoga dapat kami terapkan di desa saat kembali nantinya ke desa masing-masing. Terima kasih banyak, ujarnya, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kami dan bagi desa kami, “katanya.

Diakui levi bahwa materi yang diberikan pada pelatihan KPMD sangat luar biasa karena ada kegiatan praktek yang terjun langsung dalam kegiatan pembelajarannya. “Memang sebelum pelatihan semua dana desa dipergunakan sesuai Juklak dan juklis yang ada, karena desa kami khususnya Desa Sababilah termasuk desa yang sudah maju. Jadi semua yang dilaksanakan itu dengan cara yaitu musyawarah desa, “ jelasnya.

“Selama ini sebelum adanya pelatihan, dana desa dipergunakan sesuai Juklak Juknis nya untuk membangun infrastruktur desa seperti pembangunan jalan dan jembatan. Dana yang didapat itu sekitar Rp. 600 juta dari  Rp. 1 M yang dananya bertahap. Namun setelah pelatihan ini, ilmu yang sudah didapat akan kita terapkan semaksimal mungkin untuk membangun desa,” kata Levi.

Semua Peserta Pelatihan Kader PMD yang diselenggarakan Balatmas Banjarmasin pada tanggal 13 sampai 17 mei lalu ini, berasal dari daerah Kalteng yang berjumlah 80 orang, dengan rincian, berasal dari Kabupaten Barito Timur sebanyak  40 orang yakni dari desa Lampeang, Desa Bambulung, Desa Tuyau, Desa Bararawa, Desa Sarapat, Desa Harara, Desa Sumur, Desa Patai, Desa Maegantis, Desa Muru Duyung, yang mana masing-masing Desa mengirimkan sebanyak 4 orang peserta.

Kemudian dari Kabupaten Barito Selatan sebanyak 40 peserta yang berasal dari Desa Tapulang, Desa Gunung Rantau, Desa Danau Bambure, Desa Sungai Telang Desa Sababilah, Desa Danau Gunting, Desa Teluk Telaga, Desa Teluk Timbau, Desa Sungai Jaya dan Desa Rantau Bahuang, dengan masing-masing desa sebanyak 4 orang peserta.  (Ais/Mzr/Prospek)

 302 total views,  1 views today

Check Also

Mengungkap Misteri Indahnya Lagu Banjar lewat Bedah Buku Biografi Anang Ardiansyah

Banjarmasin, mediaprospek.com – Dua Tokoh berbeda Sabtu siang (19/09/2020) mengupas tuntas buku biografi salah satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.