Harapannya agar Para KPMD Dapat Diberdayakan di Desanya Masing-Masing

Penggunaan Dana Desa Ternyata Lebih Bermanfaat Besar untuk Sumberdaya Manusianya

Banjarmasin, mediprospek.com–Ahmad Syarif selaku nara sumber atau pelatih dari Program Pembangunan Pemerdayaan Masyarakat Desa (P3MD),  pada penutupan pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Angkatan XII dan XIII di Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Banjarmasin, mengatakan bahwa  kegiatan pelatihan  adalah acara rutin dari Kementerian Desa dan Transmigrasi, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas para kader untuk pemberdayaan masyarakat desa. Angkatan ke XII dan Ke XIII dilaksanakan di bulan Ramadhan lalu. Dari Kementerian Desa telah menyediakan tenaga pelatih dan bekerjasama dengan pihak P3MD. P3MD ini sama dari Kementerian Desa juga. Tujuan dari pelatihan adalah juga agar para kader dapat melaksanakan tugas sebagai kader di desanya sendiri. Sedangkan materi yang diberikan salah satunya yaitu bagaimana kader memfasilitasi program Kementerian dalam pemanfaatan dana desa. Jumat (17/5), siang

                Syarif sapaan akrab Ahmad Syarif mengatakan bahwa dana desa yang sekarang memang diakui di awal tahun masih banyak ke arah infrastruktur. Dengan adanya program kegiatan pelatihan ini salah satunya menjunjung tinggi pemberdayaan, maka dengan adanya pelatihan para kader, saat mereka pulang ke desanya, mereka akan menyampaikan bahwa penggunaan dana desa itu ternyata lebih bermanfaat besar terutama kepada sumberdaya manusianya.

                “Artinya jangan sampai penggunaan dana desa terfokus kepada infrastruktur saja, banyak pemberdayaan yang bisa kita lakukan. Selain pelatihan di masyarakat,  peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan pelayanan pendidikan dan juga untuk peningkatan ekonomi desa,” jelasnya.

Diakuinya, bahwa memang, pembangunan  infrastruktur tidak bisa ditinggalkan karena mendukung kegiatan dari semua yang dituju untuk pemberdayaan itu. “Selain itu kami juga sangat berterimakasih dengan Balatmas yang sudah mempunyai program rutin. “Ini sudah angkatan ke ke 13 bahkan saya dengar sampai angkatan ke 50 nantinya. Artinya ada beberapa Kecamatan dan desa lagi yang dipilih untuk diikutkan dilatih di Balatmas. Karena Balatmas Banjarmasin membawahi lima Provinsi se Kalimantan. Program sangat bermanfaat karena tertuju kepada kader yang bertugas langsung ke masyarakat,” katanya.

Diakui bahwa selama ini dana desa itu kebanyakan di infrastruktur, tetapi setelah diteliti infrastrukturnya memang menunjang ke kegiatan ekonomi seperti pasar, infrastruktur yang menunjang kegiatan pendidikan seperti PAUD, infrastruktur yang menunjang kesehatan seperti Posyandu. Infrastruktur yang mendukung pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan desa. Karena tidak dipungkiri bahwa di desa memang sangat masih memerlukan infrastruktur terutama jalan dan disesuaikan dengan potensi desanya.

“Cuma kita berusaha dengan pemberdayaannya bisa kita swakelola, artinya walaupun fisik infrastruktur dikerjakan oleh masyarakat. Jadi pertukaran uang dengan dana desa itu dinikmati masyarakat sendiri, artinya kerjanya dan salah satu mereka bisa dilatih mendesain yang sederhana, artinya tetap perencanaan untuk masyarakat oleh masyarakat dan dinikmati masyarakat,”, bebernya.

Selama 5 hari pelatihan semangat para peserta sangat luar biasa, karena metode yang diberikan dalam pelatihan sistem POD yaitu Pendidikan Orang Dewasa, artinya di masyarakat itu bermacam-macam pendidikannya, bermacam-macam kultur perbedaannya.

“Jadi kita berusaha menggunakan metode diskusi, curah pendapat, permainan, simulasi yang sesuai dengan materi dan sesuai yang mereka  hadapi di lapangan dan mereka mudah menerima, mudah memahami. Kalau biasanya pelatihan hanya dengan pemaparan, mereka akan mengantuk itu metode yang kami hindari. Sama sekali kita tidak menggurui, tidak mengajar, kita bukan seperti pelatih sebenarnya, kita disini memfasilitasi, mereka yang berperan, kita hanya mengarahkan dengan teori-teorinya dan para peserta yang mendalami,”, paparnya.

“Mungkin di seluruh Indonesia, KPMD sudah diatur di Permen, di UU desa nomor 6 juga jelas, cuma penerapannya perlu ada dukungan lagi di tingkat Kabupaten (Perbup lah), karena apa, karena kebanyakan KPMD belum digunakan maksimal oleh pemerintahan desa atau belum dikenal secara menyeluruh. Ada sebagian yang masih tidak bisa atau dicuekin, padahal peran mereka luar biasa dan mereka adalah orang-orang pilihan cuma mungkin terkendala honor atau biaya operasional mereka,”, katanya.

“Jadi UU memang sudah ada mengatur peran mereka, tetapi di tingkat kabupaten, regulasi biasa yang digunakan untuk penganggaran belum maksimal, padahal mereka siap pakai. Perlu ada dukungan dan saya anjurkan mereka ini perlu ada forum di tingkat Kecamatan, di tingkat Kabupaten supaya eksis mereka kelihatan, itu harapan saya,” ujarnya.

“Mereka dapat diberdayakan, jangan sampai mereka pulang dari pelatihan, mereka dicuekin lagi. Untuk mereka sendiri, inginnya mereka pulang disambut,”, pungkasnya. (Ais/MZR)

 246 total views,  1 views today

Check Also

Perjuangan Komisi IV Membuahkan Hasil

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin (Foto/Ist) Banjarmasin– Perjuangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.