Mei, Banjarmasin Alami Inflasi  0,90 Persen

Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc 

Banjarmasin, mediaprospek.com–Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, Kepala Bidang Statistik Produksi Ir. Rismanto, MP, Kepala BPS Kota Banjarmasin Abdullah Riva’i dan Kepala BPS Kota Banjarbaru Arih Dwi Prasetyo, saat jumpa Pers bulanan, kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, serta para undangan dari Perwakilan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru, mengatakan bahwa, pada Bulan Mei Kota Banjarmasin mengalami Inflasi sebesar 0,90 persen. Senin (10/6)

Laju inflasi kalender tahun 2019 (Mei 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 2,91 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 4,89 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain ikan bakar, beras, kue kering berminyak, pepes ikan, angkutan laut.  Senin, (10/6) siang.

Diah mengatakan bahwa dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 81 kota mengalami inflasi, 1 kota mengalami deflasi . Inflasi tertinggi di kota Tual sebesar 2,91 persen, dan terendah di kota Kediri sebesar 0,05 persen. Satu Kota mengalami deflasi yaitu kota Merauke sebesar 0,49 persen.

Pada bulan Mei 2019 di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,90 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 137,24 pada bulan April 2019 menjadi 138,47 pada bulan Mei 2019.

“Inflasi di Kota Banjarmasin bulan Mei 2019 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,11 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,46 persen, kelompok perumahan, air,listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen, kelompok sandang sebesar 1,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,40 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,14 persen dan satu kelompok mengalami penurunan yaitu kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen, “kata Diah.

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain ikan bakar, beras, kue kering berminyak, pepes ikan, angkutan laut. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain tarif pulsa ponsel, sepeda motor, bawang merah, daging ayam ras dan telur ayam ras, “katanya.

Di Kota Tanjung, pada bulan Mei 2019 terjadi inflasi sebesar 0,98 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,76 pada bulan April 2019 menjadi 136,08 pada bulan Mei 2019.

Inflasi di Kota Tanjung bulan Mei 2019 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,80 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,53 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen, kelompok sandang sebesar 1,18 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,43 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,10 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi dikota Tanjung antar lain daging ayam ras, gula pasir, kangkung, beras, tomat sayur. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain bawang merah, timun, telur ayam ras, sepat siam dan ikan layang/benggol.

Di Kota Tanjung komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi selama bulan Mei 2019 antara lain daging ayam ras, gula pasir, kangkung, beras, tomat sayur. Pada bulan Mei 2019, secara umum dikota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,90 persen. dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi bulan Mei terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,11 persen, dan terendah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen.

Komoditas yang dominan pendorong inflasi adalah ikan bakar, beras, kue kering berminyak, pepes ikan, angkutan laut dan penahan inflasi yaitu tarip pulsa ponsel, sepeda motor, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras.

Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Mei 2019, Kota Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 0,58 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 2,20 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,64 persen. (Ais/Mzr/tabloidprospek)

 208 total views,  2 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.