Home / Ekonomi & Bisnis / Petani di Bulan April Mendapat Keuntungan

Petani di Bulan April Mendapat Keuntungan

 

 

Kepala BPS Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc

Banjarmasin, mediaprospek.com–Perubahan indeks konsumsi rumah tangga (KRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah pedesaan. Pada April 2019, di daerah perdesaan Kalimantan Selatan terjadi inflasi sebesar 0,76 persen. Seluruh Kelompok mengalami kenaikan, dengan kenaikan berkisar antara 0,03 sampai dengan 1,61 persen, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP)

NTUP pada April 2019 mencapai 103,27 atau turun sebesar 0,03 persen. Hal ini terjadi karena Indeks harga yang diterima petani (It), hanya naik 0,15 persen dibanding bulan sebelumnya dan indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik 0,18 persen secara gabungan. Indeks yang diterima petani (It) sebesar 123,26 masih lebih besar dari indeks BPPBM sebesar 119,36 sehingga NTUP masih diatas 100. NTUP mencerminkan kemampuan produksi petani dengan NTUP lebih besar dari 100 berarti usaha pertanian tersebut memberikan keuntungan. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, mengatakan hal itu, kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, di Aula kantor BPS Banjarbaru. Selasa (2/5).

“Bila dilihat dari subsektornya, diketahui 2 subsektor mengalami kenaikan NTUP dan 3 subsektor lainnya mengalami penurunan NTUP. Subsektor hortikultura dan subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,28 persen dan 0,97 persen, subsektor lainnya turun berkisar antara 0,16 – 1,06 persen,” ujar Diah.

Pada perkembangan harga produsen gabah, survei harga produsen gabah selama April 2019 dilakukan di 10 Kabupaten meliputi Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Bumbu dan Balangan. Berdasarkan komposisinya, jumlah observasi harga gabah didominasi Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 58 observasi.

“Di bulan April 2019 Harga terendah ditingkat petani sebesar RP 3.800,00 per kilogram dengan varitas Ciherang terjadi di Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin. Harga tertinggi mencapai Rp 7.129,00 per kilogram terdapat di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar dengan varitas Mayang,” kata Diah.

“Dibandingkan bulan sebelumnya, rata-rata harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 1,77 persen, dari Rp 4.934,25 per Kg di bulan Maret 2019 menjadi Rp 4.847,03 per Kg di bulan April 2019 , dimana pada bulan ini transaksi yang terjadi lebih banyak varitas unggul. Varitas unggul antara lain ciherang dan infari, sedangkan varitas lokal antara lain siam,siam lantik, karang dukuh, dan beberapa jenis siam lainnya . Begitu juga harga gabah di tingkat penggilingan turun 1,71 persen dari Rp 5.025,80 per Kg di bulan Maret 2019 menjadi Rp 4.939,98 per Kg di bulan April 2019,” sebut Diah .

Secara umum, komponen mutu gabah selama bulan April 2019 masih cenderung fluktuatif dengan perbedaan yang tidak terlalu besar, pada bulan ini terjadi kenaikan relatif kecil persentase kadar air, namun kadar hampa/kotoran terjadi penurunan dibandingkan bulan Maret 2019. Rata-rata Kadar Air (KA) dan Kadar Hampa/kotoran gabah kualitas GKP bulan April 2019 masing-masing sebesar 14,80 persen dan 4,17 persen. (Prospek)

 372 total views,  1 views today