NTP-TPR Masih Di Bawah 100

 Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP,

Banjarmasin, mediaprospek.com —Pada April 2019, NTP-TPR mencapai 80,48 atau naik sebesar 0,45 persen. Hal ini terjadi karena It naik 1,12 persen menjadi 106,38. Sementara Ib naik sebesar 0,67 persen menjadi 132,18 pada April 2019. Indeks yang diterima petani (it) bulan April 2019 lebih rendah dari indeks yang dibayarkan petani (Ib) sehingga NTP-TPR masih dibawah 100. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, mengatakan hal itu, kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, di Aula kantor BPS Banjarbaru. Selasa (2/5).

Diah mengatakan bahwa Iindeks harga yang diterima pada kelompok tanaman perkebunan rakyat dari 105,20 pada Maret 2019 menjadi 106,38 pada april 2019, terutama karena naiknya harga kelapa sawit, kelapa, karet, dan beberapa komoditas lainnya. Sedangkan kenaikan pada Ib disebabkan naiknya indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,78 persen, dan indeks BPPBM naik 0,14 persen. Pada subsektor Peternakan (NTP-TR) pada bulan April 2019, NTP-TR mencapai 108,66 atau turun sebesar 0,71 persen. Hal ini terjadi karena It turun 0,37 persen, sementara Ib naik sebesar 0,34 persen.

Diah mengungkapkan bahwa penurunan It bulan April 2019 karena turunnya indeks harga komoditas pada kelompok ternak kecil sebesar 0,02 persen, kelompok unggas turun 0,71 persen dan kelompok hasil ternak turun 0,26 persen. Kenaikan terjadi pada Ib yang disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga 0,76 persen dan indeks BPPBM sebesar 0,21 persen. Namun demikian indeks yang diterima petani (it) masih lebih besar dari indeks yang dibayarkan petani (Ib) sehingga NTP-TR diatas 100.

“Pada subsektor Perikanan (NTNP) Pada April 2019, NTNP mencapai 110,07 atau turun sebesar 0,68 persen. Hal ini karena It turun sebesar 0,05 persen, sementara Ib naik sebesar 0,63 persen. penurunan It pada bulan April 2019 disebabkan indeks kelompok perikanan budidaya secara rata-rata turun 0,95 persen. Sementara kelompok tangkap naik sebesar 0,27 persen. Kenaikan Ib disebabkan naiknya indeks harga kelompok KRT sebesar 0,86 persen, dan indeks kelompok BPPBM naik 0,13 persen,” ujarnya.

“Pada Kelompok Penangkapan Ikan (NTN) di bulan April lalu, NTN mencapai 112,14 atau turun 0,37 persen. penurunan NTN karena indeks yang diterima (It) hanya naik 0,27 persen, sementara Ib naik 0,64 persen. Kenaikan It karena hasil penangkapan perairan umum naik 0,53 persen, dan kelompok penangkapan laut naik 0,18 persen. Sementara kenaikan pada Ib dikarenakan naiknya indeks harga kelompok KRT sebesar 0,87 persen dan kelompok BPPBM naik sebesar 0,14 persen,”, katanya.

Kelompok Budidaya Ikan (NTPi)

Pada April 2019, NTPi mencapai 104,60 atau turun 1,54 persen. Indeks yang diterima petani (It) turun 0,95 persen dan penurunan tersebut terjadi karena It kelompok budidaya air tawar turun 0,96 persen, dan kelompok budidaya air payau turun 0,93 persen. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,60 persen. Kenaikan yang terjadi pada Ib dikarenakan indeks kelompok KRT naik 0,83 persen, dan kelompok BPPBM naik 0,11 persen .

Perbandingan Antar Provinsi

Dari 33 provinsi yang dihitung NTP-nya, Provinsi dengan NTP tertinggi pada April 2019 adalah Provinsi Sulawesi Barat sebesar 111,09 dan terendah Provinsi Bangka Belitung sebesar 84,65 dan Provinsi Kalimantan Selatan berada diurutan ke 25, masih dibawah NTP Nasional yang mencapai 102,23. Pada bulan ini terdapat 11 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 22 provinsi mengalami penurunan NTP. Dilihat dari besar kenaikan NTP, tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang naik sebesar 1,39 persen, dan penurunan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo yang turun sebesar 1,60 persen.

Dari 4 provinsi di Pulau Kalimantan yang melaporkan hasil survei pada bulan April 2019, NTP tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 96,45 persen dikuti oleh Kalimantan Timur sebesar 94,98 persen, Kalimantan Selatan sebesar 94,61 dan Kalimantan Barat sebesar 93,50 persen. Tiga Provinsi di Kalimantan mengalami kenaikan NTP yaitu, Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan 0,73 persen, Provinsi Kalimantan Tengah naik 0,37 persen, dan Provinsi Kalimantan Timur naik 0,03 persen. Hanya Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan sebesar 0,46 persen. (Prospek)

 422 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.