Home / Ekonomi & Bisnis / April, NTP Kalsel Turun 0,46 Persen

April, NTP Kalsel Turun 0,46 Persen

Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, Kepala Bidang Statistik ProduksiIr. Rismanto, MP, Kepala BPS Kota Banjarmasin Abdullah Riva’i dan Kepala BPS Kota Banjarbaru Arih Dwi Prasetyo,pada saat jumpa Pers Bulanan

Banjarmasin, mediaprospek.com—Pada April 2019 Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan tercatat 94,61 atau turun 0,46 persen dibanding NTP Maret 2019 yang mencapai 95,05. Penurunan NTP ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) hanya naik 0,15 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,60 persen.  Pada April 2019 di daerah perdesaan Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 0,76 persen, dimana seluruh indeks harga kelompok terjadi kenaikan berkisar 0,03 – 1,61 persen. Tertinggi kelompok bahan makanan naik 1,61 persen. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami, M.Sc, mengatakan hal itu, kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, di Aula kantor BPS Banjarbaru. Selasa (2/5)

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Selatan April 2019 sebesar 103,27 atau turun sebesar 0,03 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya yang mencapai 103,30. Diah mengatakan, rata-rata harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 1,77 persen, dari Rp 4.934,25 per Kg di bulan Maret 2019 menjadi Rp 4.847,03 per Kg di bulan April 2019. Begitu juga harga gabah di tingkat penggilingan turun 1,71 persen dari Rp 5.025,80 per Kg di bulan Maret 2019 menjadi Rp 4.939,98 per Kg di bulan April 2019.

Menurut Diah, Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib), dimana komponen Ib hanya terdiri dari Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM). Dengan dikeluarkannya konsumsi dari komponen indeks harga yang dibayar petani (Ib), NTUP dapat lebih mencerminkan kemampuan produksi petani, karena yang dibandingkan hanya produksi dengan biaya produksinya,”, kata Diah.

Pada April 2019, NTP Kalimantan Selatan tercatat sebesar 94,61 atau turun 0,46 persen jika dibandingkan NTP pada Maret 2019 yang mencapai 95,05 persen. Penurunan NTP ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) hanya naik 0,15 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik lebih besar 0,60 persen. Dimana indeks konsumsi rumah tangga terjadi kenaikan sebesar 0,76 persen dan indeks BPPBM naik 0,18 persen.

Jika dilihat masing-masing subsektor pada April 2019, terjadi penurunan nilai NTP pada subsektor tanaman pangan, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan, sedangkan subsektor hortikultura dan subsektor perkebunan rakyat yang terjadi kenaikan nilai NTP. (Prospek)

 

 294 total views,  1 views today