Home / Daerah / Bawang Putih dan Bawang Merah Juga Sumbang Inflasi di Kota Tanjung

Bawang Putih dan Bawang Merah Juga Sumbang Inflasi di Kota Tanjung

Kepala BPS Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc (Kanan), didampingi Kabid Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP

 

 Banjarmasin, mediaprospek.com  Di Kota Tanjung, pada bulan April 2019 terjadi inflasi sebesar 0,47 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,13 pada bulan Maret 2019 menjadi 134,76 pada bulan April 2019.  Inflasi di Kota Tanjung bulan April 2019 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,29 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,03 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,06 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,21 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi dikota tanjung antar lain bawang merah, bawang putih, tomat, sayur, jagung manis dan daging ayam ras. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain ikan nila, kacang panjang, bayam, ikan laying/benggol dan ikan mas.

Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, Kepala Bidang Statistik ProduksiIr. Rismanto, MP, Kepala BPS Kota Banjarmasin Abdullah Riva’i dan Kepala BPS Kota Banjarbaru Arih Dwi Prasetyo,pada saat jumpa Pers Bulanan, kepada para media cetak dan Eletronik, serta para undangan dari Perwakilan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru, mengatakan bahwa,  di Kota Tanjung komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi selama bulan April 2019 antara lain bawang merah, bawang putih, tomat sayur, jagung manis, daging dan ayam ras. Selasa (2/5).

“Dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi bulan April terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,46 persen, dan terendah kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,10 persen. Komoditas yang dominan pendorong inflasi adalah angkutan udara, beras, bawang merah, sewa rumah, bawang putih dan penahan inflasi yaitu ikan papuyu, tarip listrik, ikan patin, melon dan ikan nila,”, kata Diah.

Menurut komponennya, ujar Diah mengatakan bahwa, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan April 2019, Kota Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 3,03 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 1,81 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,22 persen.

“Pada bulan April 2019, secara umum di Kota Tanjung terjadi inflasi sebesar 0,47 persen. dilihat dari kelompok pengeluaran inflasi tertinggi bulan April terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,29 persen sedangkan inflasi terkecil kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,03 persen. Komoditas yang dominan pendorong inflasi adalah bawang merah, bawang putih, tomat sayur, jagung manis, daging ayam ras dan penahan inflasi yaitu ikan nila, kacang panjang, bayam, ikan layang/benggol dan ikan mas,”, Sebut Diah.

Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Maret 2019 Kota Tanjung mengalami deflasi sebesar 0,05 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 1,58 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,18 persen.

Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan April 2019 Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 4,10 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 1,80 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. . (Prospek)

 

 

 324 total views,  1 views today