Di Bulan Februari Banjarmasin Alami Deflasi 0,07 Persen

 

Kepala BPS Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami, M.Sc (Nomor dua dari kiri) didampingi jajarannya, ketika memaparkan perkembangan indeks harga konsumen/inflasi Provinsi Kalimantan Selatan bulan februari tahun 2019

Banjarmasin, mediaprospek.com– Pada Bulan Februari lalu, di Kota Banjarmasin terjadi Deflasi sebesar 0,07 persen. Laju inflasi kalender tahun 2019 (Februari 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 0,74 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 3,24 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain angkutan udara, ikan kembung/gembung, bawang merah, bensin, telur ayam ras. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, mengatakan hal itu kepada para wartawan, Jumat (1/3).

Sedangkan di Kota Tanjung, pada Bulan Februari juga mengalami deflasi sebesar 0,67 persen. Laju inflasi kalender Tahun 2019 ( Februari 2019 terhadap Desember 2018) terjadi inflasi sebesar 0,08 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 2,45 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, telepon seluler dan bensin.

Dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen (IHK), ujar Diah, tercatat 13 kota mengalami inflasi, 69 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Tual sebesar 2,98 persen, dan terendah di kota Kendari sebesar 0,03 persen. Deflasi tertinggi dikota Merauke sebesar 2,11 persen, dan terendah dikota Serang sebesar 0,02.

Pada perkembangan IHK menurut kelompok pengeluaran, Diah menjelaskan bahwa pada bulan Februari 2019 di Kota Banjarmasin terjadi deflasi sebesar 0,07 persen atau terjadi penurunan IHK dari 135,66 pada bulan Januari 2019 menjadi 135,56 pada bulan Februari 2019.

“Deflasi di Kota Banjarmasin bulan Februari 2019 terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,94 persen, kelompok sandang sebesar 0,33 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,38 persen, kelompok perumahan, air, mlistrik, gas & bahan bakar sebesar 0,08 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,06 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain angkutan udara, ikan kembung/gembung, bawang merah, bensin, telur ayam ras. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil infalasi tertinggi antara lain mobil, rokok kretek filter, ikan papuyu, sewa rumah, biscuit,”, jelas Diah.

Selanjutnya di Kota Tanjung, Diah mengatakan bahwa pada bulan Februari 2019 terjadi deflasi sebesar 0,67 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,93 pada bulan Januari 2019 menjadi 134,03 pada bulan Februari 2019. “Deflasi di Kota Tanjung bulan Februari 2019 terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,34 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,03 persen, kelompok sandang sebesar 0,02 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,66 persen. Satu kelompok mengalami kenaikan kelompok perumahan, air, listrik,, gas & bahan bakar sebesar 0,12 persen. Dua kelompok tidak mengalami perubahan yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga dan kelompok kesehatan,”, katanya.

Di Kota Tanjung komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi selama bulan Februari 2019 antara lain, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, telepon seluler, bensin. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain, ketimun, ikan peda, ikan nila, bayam, ikan kembung/gembung.

Pada bulan Februari 2019, secara umum dikota Banjarmasin terjadi deflasi sebesar 0,07 persen. dilihat dari kelompok pengeluaran, deflasi tertinggi bulan Februari terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,94 persen, dan terendah kelompok sandang sebesar 0,33 persen. Komoditas yang dominan penahan inflasi adalah angkutan udara, ikan kembung/gembung, bawang merah, bensin, telur ayam ras dan pendorong yaitu mobil, rokok kretek filter, ikan papuyu, sewa rumah, biskuit.

Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Februari 2019, Kota Banjarmasin mengalami deflasi sebesar 0,71 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami deflasi sebesar 1,11 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,38 persen.

Pada bulan Feberuari 2019, secara umum di Kota Tanjung terjadi deflasi sebesar 0,67 persen. dilihat dari kelompok pengeluaran deflasi tertinggi bulan Februari terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,34 persen sedangkan deflasi terkecil kelompok sandang sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan penahan inflasi adalah daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, telepon seluler, bensin dan pendorong inflasi yaitu ketimun, ikan peda, ikan nila, bayam, ikan kembung/gembung.

Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Februari 2019 Kota Tanjung mengalami deflasi sebesar 0,21 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami deflasi sebesar 2,61 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.

Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Februari 2019 Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,68 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami deflasi sebesar 1,22 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,35 persen.

Perbandingan Inflasi Antar Kota di Kalimantan

Di 82 kota di Indonesia, tercatat 13 kota mengalami inflasi, 69 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Tual sebesar 2,98 persen dan inflasi terendah terjadi di kota kendari sebesar 0,03 persen dan deflasi tertinggi di kota Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah dikota Serang sebesar 0,02 persen. Dari kota-kota IHK di wilayah pulau Kalimantan mengalami inflasi ada 4 kota, Inflasi tertinggi terjadi di kota Pontianak sebesar 0,53 persen dan inflasi terendah dikota Palangkaraya sebesar 0,09 persen dan 5 kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi dikota Tanjung sebesar 0,67 persen dan terendah kota Tarakan sebesar 0,03 persen. (Prospek)

 324 total views,  2 views today

Check Also

Korban Terorisme Mendapat Kompensasi dan Santunan Negara  

Juru bicara Presiden RI Fadjroel Rachman Jakarta, mediaprospek.com–Negara telah menyetujui dan menyiapkan dana kompensasi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.