Inilah Hasil-Hasil Pembangunan Tiga Tahun Ibnu – Herman

Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina (Nomor tiga dari kiri) didampingi Wakil Walikota H. Hermansyah bersama jajarannya, menggelar Jumpa Pers (Press Conference) terhadap wartawan Media Cetak dan Elektronik , Rabu (13/2/2019) kemarin.

BANJARMASIN, mediaprospek.com. Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina didampingi Wakil Walikota H. Hermansyah dan Sekdakot Hamli Kursani, bersama jajarannya, kemarin Rabu (13/2/2019) melakukan Jumpa Pers (Press Conference) terhadap wartawan Media Cetak dan Elektronik Banjarmasin. Jumpa Pers digelar untuk menyampaikan hasil-hasil kegiatan dan capaian-capaian pembangunan selama tiga tahun masa kepemimpinannya di Banjarmasin.

Ibnu Sina menyampaikan ada beberapa hal dari kegiatan dan capaian pembangunan, di antaranya adalah, pertama, terkait dengan target pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), di tahun ketiga masa kepemimpinannya, ada sedikit perubahan karena di tahun 2019 ini telah dilakukan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Walaupun judulnya masih tetap, yaitu Banjarmasin sebagai kota sungai pintu gerbang ekonomi Kalimantan 2025, revisi dilakukan karena harus menyesuaikan dengan Revisi Tata Ruang.

“Revisi Tata Ruang kita sudah final dan Insya Allah akan segera diajukan ke DPRD Banjarmasin, hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan visi dan misi dengan kondisi di lapangan. Karena ada kawasan yang sudah terbangun namun ternyata itu adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dan ada kawasan yang sifatnya sudah ditetapkan RTH tetapi kondisi di lapangan terjadi persoalan dan sebagainya,”, katanya.

Revisi RPJMD dilakukan untuk percepatan pencapaian visi dan misi Banjarmasin Baiman dengan sekian banyak indikator. Tahun ini juga kita bersyukur, ujarnya, salah satu indikator pembangunan yang saat ini diakui secara nasional, yaitu terkait dengan Sistem Akuntasi Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dulunya peringkat B sekarang tahun 2019 ini naik, peringkat BB.

Ia menyampaikan terima kasih banyak kepada semua jajarannya, karena, menurutnya, hal itu, artinya setiap anggaran yang dikeluarkan dari APBD tepat sasaran dan yang tidak sesuai visi dan misi, akan dicoret. “Yang diefesiensikan ada sekitar 33 kegiatan dengan sebanyak 214 mata anggaran dengan nilai efesiensi hampir Rp. 24 Milyar, hal ini karenakan tidak sesuai dengan visi dan misi dan inilah yang menyebabkan kinerja Pemko meningkat,”, ujarnya.

Secara kuantitatif, Pembangunan yang dilakukan oleh Pemko Banjarmasin saat ini adalah, pembangunan insfrakstruktur (termasuk penyelesaian Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah_red) dan normalisasi sungai untuk mendukung sarana pariwisata dan pengembangan transportasi berbasis sungai. Normalisasi dan Pengerukan sungai besar dan sungai kecil, perbaikan drainase dan pembenahan infrakstruktur transportasi darat dan sungai, terutama ferry penyeberangan.

Saat ini ada 52 buah pembangunan jembatan baru, termasuk 8 buah jembatan besar, perbaikan jalan baru dan pemeliharaan, revitalisasi kawasan kumuh dalam program debt swapt, dimana ada program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh_red) yang dinilai cukup berhasil. Dimana komitmen Pemko untuk menyelesaikan program 100-0-100. 100 persen sanitasi, Nol kumuh dan 100 persen penanganan air limbah dan sampah. “Jadi kalau untuk standar Milenium Developmnet Goals (MDGs), kita sudah lama mencapainya, karena dalam MDGs, pelayanan air bersih capaiannya harus 80 persen, sedangkan kita sudah mencapai 90 persen.

Untuk kawasan Nol kumuh kota Banjarmasin di tahun 2019 sampai detik ini sudah hampir 65 persen yang sudah ditangani dengan baik. Dari 514 Ha kawasan kumuh Banjarmasin, tinggal 145 ha yang tersisa dan akhir tahun 2019 program ini berakhir. Dalam penanganan sampah, Banjarmasin adalah satu-satunya kota di Indonesia, yang memiliki perusda air limbah dan dari kementrian mendukung agar perusda ini tetap dipertahankan.

Adalah merupakan komitmen Pemko, serta rasionalisasi dari Perusahaan Daerah Pengolahan Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin yang bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kota Banjarmasin, untuk memback up rencana bisnis dari PD PAL, agar tetap bertahan, sasaran pengerjaan bisnis adalah pengolahan air limbah di perhotelan, pusat perbelanjaan dan lain-lain untuk menjadi pelanggan PD PAL, dengan dana APBD sebesar Rp. 6 Milyar lebih.

“Terkait dengan kinerja Aparat Sipil Negara (ASN), mulai tahun 2019 ini diterapkannya Tunjangan Tenaga Kerja (Tukin) oleh Pemko Banjarmasin, sehingga dengan mengevaluasinya serta pengawasan, apakah kinerja ASN akan meningkat atau sebaliknya, “Namun selama ini secara kasat mata kinerja ASN sudah meningkat. Sehingga percepatan visi dan misi bisa dikerja di tahun ketiga bisa tercapai,” ujarnya.

Kerja keras Pemko dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, bisa dilihat pada program bantuan untuk Wira Usaha Baru (WUB), yang saat ini jumlahnya 2070 WUB, baik bersifat jasa dan produksi, kerajinan dan souvenir dan lainnya, tahun ini akan dihimpun dalam bentuk monument WUB, akan dibangunkan sebuah gedung galeri sasirangan kreatif dekat jembatan fly over.

Selain itu geliat ekonomi juga dapat dilihat di Siring Tendean pada hari sabtu dan minggu adalah merupakan tempat wisata yang sangat ramai dikunjungi masyarakat, karena pertama, ada wisata susur sungai dalam hal ini diberdayakannya para pemilik klotok untuk membawa wisatawan lokal dan asing dalam menyusuri sungai yang ada di Banjarmasin. Kedua, diberdayakannya pasar terapung bagi para ibu-ibu yang berjualan beraneka ragam hasil buah-buahan dan kue diatas jukung dan banyaknya para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan dagangannya, membuat tempat ini tak pernah sepi dari kegiatan transaksi jual beli.

 Tiga Tahun Masa Kepemimpinan Ibnu-Herman Banyak Raih Prestasi dan Penghargaan

Banyaknya capaian prestasi-prestasi hasil kinerja pembangunan Pemko Banjarmasin dalam masa tiga tahun kepemimpinan  Ibnu-Herman, merupakan hasil kerja keras dalam dalam pencapaian visi dan misi patut diacungi jempol, hal ini dibuktikan dengan banyaknya raihan penghargaan-penghargaan yang diterima, dimulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 bulan Januari tadi.

Pertama, Pemko Banjarmasin menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo dalam acara Puncak Hari Keluarga Nasional, pada tanggal 6 -7 Juli 2018 lalu di Manado. Jumlah penghargaan yang diterima Bumi Kayuh Baimbai itu tak tanggung-tanggung, yaitu ada lima kategori lomba yang dimenangkan saat mewakili Kalsel di tingkat Nasional, yakni kagori jenis Lomba KB Lestari, Kader SUB PPKBD, Orang Tua Hebat, Pengelola Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera dan Lomba Pusat Informasi dan Konsultasi (PIK).

Kedua, Penghargaan Wajar tanpa Pengecualian (WTP) diterima Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina yang diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Dhanapala Auditorium Kementerian Keuangan, Jakarta Kamis (20/9/2018) dan Ketiga, Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 .

Keempat, Raihan Penghargaan Top 25 di Bidang Layanan Publik. Penghargaan Top 25 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biokrasi (PANRB) Republik Indonesia (RI), diterima Pemerintah Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Selasa (27/11/2018)

Kelima, Kota Banjarmasin menerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) kategori Kota Terbaik 1 dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Keenam, Kota Banjarmasin dinyatakan sebagai Kota Layak Huni nomor 7 se Indonesia.

Keenam, Banjarmasin Raih Sertifikat Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2018. Meski baru masuk dalam sertifikat sebagai nominasi dengan kategori perencanaan dan pencapaian daerah tingkat kota dalam penyelenggaraan penghargaan pembangunan daerah 2018, diterimanya sertifikat penghargaan dari Bappenas itu menunjukan kota Seribu Sungai, kini masuk dalam daerah yang dinilai memiliki perencanaan dalam penerapan konsep tematik, holistik, integratif dan spasial sistem informasi desa, kelurahan yang baik. Kota Banjarmasin dinilai memiliki inovasi yang baik dan berhasil dalam pencapaian Indek Pembangunan Manusia (IPM).

Ketujuh, Banjarmasin terima Penghargaan Natamukti 2018 . Penghargaan diterima Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI AAGN Puspayoga itu, merupakan bentuk apresiasi untuk daerah yang dinilai sukses mengembangkan koperasi dan UKMnya.

Dalam dua tahun terakhir ini, beberapa penghargaan lain yang diterima Kota Banjarmasin adalah Penghargaan Role Model Pelayanan Publik, Kota Layak Anak, Kota Smart City, Kota Layak Pemuda, Kota Tertib ukur, Penghargaan Penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan tanpa Rokok, Kota Tertib Lalu Lintas, Juara satu Pilar Manajemen Keselamatan Jalan( PMKJ ) atau Penghargaan Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan, Kota Peduli Hak Azazi Manusia (HAM), Penghargaan  Kota Dengan Kategori Tingkat Kepatuhan Tinggi terhadap UU No 25/2009 Zona Hijau, Banjarmasin Terbaik IV Indonesia kategori Verifikasi Validasi Data Terpadu dan tahun 2019 ini meraih Penghargaan Adipura yang keempat kalinya dan TP PKK Kota Banjarmasin raih Menu Kreatif dari Badan Ketahanan Nasional.  (Prospek)

 

 396 total views,  2 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.