Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Kalsel, Rendah

Kepala BPS Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, (tengah) didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, (Paling kiri) Kepala Bidang Statistik Sosial Agnes Widiastuti,S.Si. ME, (paling kanan) dan Kepala Bidang Statistik Produksi Ir. Rismanto, MP, saat menjelaskan BRS, jumat (1/2/2019)

BANJARMASIN, mediaprospek.com—Pada September 2018, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Kalimantan Selatan yang diukur dengan Gini Ratio adalah sebesar 0,340. Angka ini menurun sebesar 0,004 poin jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yang sebesar 0,344. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,347, terjadi penurunan sebesar 0,007 poin. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, Kepala Bidang Statistik Sosial Agnes Widiastuti,S.Si. ME, dan Kepala Bidang Statistik Produksi Ir. Rismanto, MP,mengatakan hal itu kepada wartawan di Aula kantor BPS Banjarbaru, Jumat, (1/2/2019).

Diah mengatakan bahwa ketimpangan pengeluaran penduduk Kalimantan Selatan termasuk dalam kategori rendah. Hal ini ditunjukkan oleh persentase distribusi pengeluaran penduduk kelompok 40 persen terbawah yang sebesar 19,85 persen.

Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di perdesaan lebih baik dari pada tingkat ketimpangan penduduk di daerah perkotaan. Hal ini terlihat dari persentase distribusi pengeluaran penduduk kelompok 40 persen terbawah di perdesaan yang lebih tinggi dibandingkan di perkotaan, 22,68 persen berbanding 18,51 persen.

“Salah satu indikator untuk mengukur ketimpangan pengeluaran penduduk adalah Gini Ratio. Gini Ratio didasarkan pada Kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari nilai pengeluaran konsumsi dengan distribusi Uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk. Nilai Gini Ratio berkisar antara 0-1. Semakin besar nilai Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi,” ujar Diah.

Ia memaparkan bahwa, pada September 2018, Gini Ratio Kalimantan Selatan tercatat sebesar 0,340, turun 0,004 poin dibandingkan kondisi Maret 2018 yang sebesar 0,344, dan turun 0,007 poin dibandingkan kondisi September 2017 yang sebesar 0,347. Penurunan Gini Ratio terjadi baik di daerah perdesaan maupun daerah perkotaan, di mana penurunannya selama periode Maret 2018 – September 2018 adalah 0,006 poin di daerah perdesaan dan 0,008 di daerah perkotaan. Bila membandingkan Gini Ratio berdasarkan daerah tempat tinggal, terlihat bahwa Gini Ratio di daerah perdesaan lebih baik dari pada di daerah perkotaan, di mana Gini Ratio di daerah perdesaan tercatat sebesar 0,279 sedangkan di daerah perkotaan sebesar 0,357.

“Selama periode 2011 – 2018, Gini Ratio Kalimantan Selatan mengalami fluktuasi, namun sejak September 2016 nilainya mulai stabil dan polanya menurun. Dari data tersebut bisa dikatakan bahwa terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran penduduk di Kalimantan Selatan selama periode September 2016 – September 2018,” katanya.

“Akan tetapi terdapat perbedaan pola perkembangan Gini Ratio antara daerah perkotaan dengan daerah perdesaan. Gini Ratio di daerah perdesaan selama periode September 2016 – September 2018 terus mengalami penurunan, dari 0,298 pada September 2016 menjadi 0,279 pada September 2018 atau turun 0,019 poin. Sedangkan Gini Ratio di daerah perkotaan pada periode yang sama berfluktuasi, di mana sempat terjadi peningkatan Gini Ratio pada Maret 2017 dan Maret 2018, walaupun selama periode September 2016 – September 2018 terjadi penurunan Gini Ratio sebesar 0,006 poin,” jelasnya. (Prospek)

 

 294 total views,  1 views today

Check Also

Perjuangan Komisi IV Membuahkan Hasil

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin (Foto/Ist) Banjarmasin– Perjuangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.