Kalsel Kemiskinannya Terendah

Kepala BPS Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, melalui Kepala Bidang Statistik Sosial Agnes Widiastuti,S.Si. ME, ketika memaparkan masalah tingkat kemiskinan di Kalsel

BANJARMASIN, mediaprospek.com–Tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2018 sebesar 9,66 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,16 poin dibandingkan keadaan Maret 2018 yang sebesar 9,82 persen. Tingkat kemiskinan provinsi di Pulau Kalimantan pada periode yang sama berada di bawah tingkat kemiskinan rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan terendah terjadi di Kalimantan Selatan yaitu sebesar 4,65 persen dan tingkat kemiskinan tertinggi terjadi di Kalimantan Barat yaitu sebesar 7,37 persen. Kalimantan Barat juga merupakan provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak yaitu 369,73 ribu orang, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah tercatat di Kalimantan Utara yaitu sebesar 49,59 ribu. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, melalui Kepala Bidang Statistik Sosial Agnes Widiastuti,S.Si. ME, di Aula kantor BPS Banjarbaru mengatakan hal itu kepada wartawan Jumat, (1/2/2019).

Diketahui, garis Kemiskinan adalah batas penentu apakah seseorang termasuk dalam kategori miskin atau tidak miskin. Garis Kemiskinan (GK) terdiri dari komponen Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan (Rp/Kapita/Bulan) di bawah Garis Kemiskinan.

Agnes mengatakan bahwa Garis Kemiskinan (GK) di Kalimantan Selatan pada September 2018 sebesar Rp. 436.163,00 perkapita perbulan. Garis pemisah penduduk miskin dan penduduk tidak miskin ini mengalami kenaikan 1,96 persen dibandingkan Maret 2018 yang sebesar Rp. 427.774,00 perkapita perbulan. Selama periode September 2017 – September 2018, Garis Kemiskinan mengalami kenaikan sebesar 3,85 persen yaitu dari Rp. 419.974,00 perkapita perbulan pada September 2017 menjadi Rp. 436.163,00 perkapita perbulan pada September 2018.

“Garis Kemiskinan wilayah perkotaan September 2018 adalah sebesar Rp. 447.876,00 perkapita perbulan. Garis Kemiskinan perkotaan lebih tinggi dibandingkan Garis Kemiskinan wilayah perdesaan yang sebesar Rp. 424.670,00 perkapita perbulan. Selama periode Maret 2018 – September 2018, Garis Kemiskinan perkotaan dan perdesaan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,51 persen dan 2,46 persen,” ujarnya.

“Berdasarkan unsur pembentuknya, komoditi makanan pada September 2018 memberikan kontribusi terhadap pembentukan garis kemiskinan sebesar 71,19 persen. Peranan komoditi makanan pada September 2018 sedikit mengalami peningkatan dibandingkan kondisi Maret 2018 yang sebesar 70,80 persen terhadap pembentukan Garis Kemiskinan Provinsi Kalimantan Selatan,”, katanya. (prospek)

 

 291 total views,  2 views today

Check Also

Mengungkap Misteri Indahnya Lagu Banjar lewat Bedah Buku Biografi Anang Ardiansyah

Banjarmasin, mediaprospek.com – Dua Tokoh berbeda Sabtu siang (19/09/2020) mengupas tuntas buku biografi salah satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.