KOMISI III DPRD Kalsel Kembali Bahas Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin dengan Kemenhub di Jakarta

Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Riswandi

BANJARMASIN, mediaprospek.com— Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi perhubungan kembali membahas Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta.
“Pada kesempatan kunjungan ke luar daerah kali ini, kami kembali membicarakan Bandara Sjamsudin Noor dengan Kemenhub, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Riswandi sebelum berkonsultasi dengan Kemenhub, di Banjarmasin, Kalsel, Senin.
“Banyak hal yang mau kami bicarakan dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara tersebut, antara lain kesiapan dan persiapan pasca selesainya pembangunan pengembangan Bandara Sjamsudin Noor,”, ujarnya.

Sebagai contoh, seperti yang dilansir Antara, mengenai penetapan status Bandara Sjamsudin Noor yang berkedudukan di wilayah Kota Banjarmasin itu sebagai bandara internasional. Konsultasi Komisi III DPRD Kalsel yang diketuai Supian HK dari Partai Golkar itu dengan Ditjen Perhubungan Udara tersebut berkaitan perencanaan pembangunan Bandara Sjamsudin Noor selesai 2019.

“Kan sudah masuk 2019, sehingga kita perlu mengonsultasikan tindak lanjut pasca-penyelesaian pembangunan Bandara Sjamsudin Noor tersebut,” ucap mantan pegawai Departemen Keuangan RI yang terjun ke dunia politik awal tahun 2000-an itu.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu berharap begitu pembangunan selesai, Bandara Sjamsudin Noor diresmikan pula sebagai bandara internasional.  “Sebagai bandara internasional sudah barang tentu harus ada persiapan dan kesiapan sejak dini,” ujar Riswandi.

Selain Bandara Sjamsudin Noor, Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota juga memiliki tiga sarana dan prasarana perhubungan udara yaitu Bandara Stagen yang berubah nama menjadi Gusti Syamsir Alam di Kabupaten Kotabaru.
Kemudian Bandara Bersujud di Batulicin, ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) – pemekaran Kotabaru tahun 2003, serta Bandara Warukin di Kabupaten Tabalong yang juga sudah ada sejak Hindia Belanda.

Bandara Warukin semula untuk kelancaran transportasi kegiatan perminyakan, karena “Bumi Saraba Kawa” Tabalong merupakan ladang minyak Kalsel. Namun kini pengelolaannya diserahkan pada pemerintah kabupaten setempat.

Megaproyek pengembangan bandara bertaraf internasional, Syamsudin Noor Banjarmasin, ditargetkan selesai akhir nopember tahun 2019. Menurut Pts. Pimpinan Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor, I Ketut Ariyana, pekerjaan ini berupa konstruksi, seperti pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang, dan perluasan apron timur.

Untuk paket satu yang meliputi pembangunan terminal dan fasilitas penunjang juga telah dimulai sejak 7 Mei 2018 lalu, progres saat ini mencapai 0,48% dan pekerjaannya terus dipercepat. Ini komitmen kami PT Angkasa Pura I untuk mewujudkan impian masyarakat Kalsel memiliki bandara megah bertaraf internasional,” ujar Ariyana, saat kunjungan kerja Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Resnawan, yang didampingi Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, mengatakan bahwa Pemerintah Daerah melakukan peninjauan langsung untuk melihat perkembangan pekerjaan fisik bandara karena pembangunan ini merupakan salah satu program Strategis Nasional. Pihaknya pun memberikan apresiasi atas progres pembangunan yang sudah cukup banyak.

Proyek PT Angkasa Pura I yang bernilai Rp 2,3 trilyun ini rencananya akan beroperasi pada akhir tahun 2019 mendatang. Pembangunan Apron timur yang saat ini seluas 80,4 ribu m2 serta hanya mampu didarati delapan pesawat nantinya akan mampu menampung 16 pesawat di atas apron seluas 129,8 ribu m2.

Sementara itu, untuk bangunan terminal yang saat ini seluas 9,2 ribu m2 akan dikembangkan menjadi 65,2 ribu m2 pada tahap satu. Kemudian, dilanjutkan dengan pengembangan tahap dua menjadi seluas 108 ribu m2 yang mampu menampung 12 juta penumpang per tahun.

PT Angkasa Pura I (Persero) Wahyudi menargetkan operasional terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin paling lambat pada November 2019. Saat ini, pergerakan penumpang di Bandara Syamsuddin Noor sudah mencapai 3,5 juta penumpang per tahun. Sementara kapasitas terminal seluas 9.043 m2 tersebut hanya mampu menampung hingga 1 juta penumpang per tahun.

Dengan adanya pengembangan terminal baru seluas 60.284 m2, Ia mengatakan kapasitas penumpang akan meningkat menjadi 6 juta hingga 7 juta penumpang per tahun. Terminal baru ini juga akan dilengkapi 5 garbarata yang akan langsung melayani penumpang.

Wahyudi menambahkan, sejalan dengan pembangunan terminal, pihaknya juga mengembangkan sisi udara yakni menambah luasan apron. Ke depan, dengan apron  seluas 129.812 m2 dapat menampung parkir pesawat Boeing B-747 (2 unit), B-767 (2 unit), B-737 (12 unit) dan pesawat ATR (2 unit). “Sebelumnya hanya dapat menampung 8 pesawat. Apron baru menambah kapasitas menjadi 16 pesawat,” tuturnya.

RUTE INTERNASIONAL

Dengan adanya peningkatan kapasitas dan pergerakan penumpang maupun pesawat di Bandara Syamsudin Noor, Wahyudi sudah menyiapkan strategi seperti dengan mengurus izin untuk penerbangan internasional. Saat ini, Bandara Syamsudin Noor belum dapat melayani penerbangan langsung ke luar negeri kecuali untuk penerbangan haji.

“Kami sedang mengurus izinnya agar dapat melayani rute internasional karena saat ini masih belum [dapat melayani penerbangan internasional],” katanya.

Ia menyebutkan salah satu pangsa potensial yang akan diraih adalah penerbangan untuk jemaah umrah. Selama ini, jemaah umrah yang berangkat dari Banjarmasin harus transit dahulu sebelum terbang ke Tanah Suci. “Kalau [penerbangan] langsung, otomatis akan memangkas waktu juga akan meningkatkan layanan kepada penumpang,” tuturnya.

Selain untuk penerbangan umrah, Wahyudi berharap ada penerbangan internasional lain yang masuk melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Saat ini, Bandara Syamsudin Noor melayani tujuh maskapai dengan total 80 penerbangan setiap hari.  Pengembangan Bandara Syamsudin Noor ini diperkirakan menghabiskan investasi Rp2,3 triliun.  (Ant/***)

 

 272 total views,  4 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.