Antarsektor Harus Sinergi Bangun Pariwisata Kalsel

Sekretaris Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel, Imam Suprastowo

BANJARMASIN, mediaprospek.com–Membahas kepariwisataan secara general, sektor ini memang menjadi harapan pendongkrak ekonomi masyarakat berbagai lapisan sebab mampu membawa efek ganda bagi masyarakat. Inilah yang menyebabkan berbagai negara begitu gencar mempromosikan kepariwisataannya melalui berbagai media yang saat ini dapat dilakukan semakin mudah dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih.

Kemudian, apa kabar negeri tercinta, Indonesia? Menurut GNFI, Indonesia pada tahun 2015 masih menduduki peringkat ke-empat dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak se-Asean (10,4 juta), dibawah Thailand (29,9 juta), Malaysia (26 juta), dan Singapura (15,6 juta).

Padahal pariwisata Indonesia tidak dapat dipungkiri juga tidak kalah berpotensi dibanding ketiga negara tersebut, baik alam, kuliner, maupun kultur. Dari sudut pandang internasional, Indonesia berada pada peringkat 70 Travel and Tourism Index WEF. Angka ini tentu masih jauh dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu peringkat 30.

Pengembangan berbagai objek wisata Kalimantan Selatan yang meliputi wisata alam, wisata bahari, pariwisata religi, wisata budaya, wisata kuliner, bahkan wisata belanja sekalipun yang sangatlah beragam, khas, dan potensial.

Salah satu upaya untuk mendongkrak berbagai objek pariwisata Kalimantan Selatan dapat dilakukan dengan penyediaan Tourist Map. Peta ini dapat dipajang pada lokasi-lokasi penting seperti bandara dan terminal agar pendatang mendapat informasi objek-objek wisata apa saja yang dapat dikunjungi.

Selain itu, peta ini juga dapat dihadirkan pada setiap objek wisata yang ada agar tercipta keterhubungan antara objek wisata yang satu dengan lainnya dengan harapan para wisatawan akan berkunjung ke tempat wisata yang lain setelah mengunjungi salah satu. Selain itu, Tourism Map ini dapat membantu para wisatawan untuk mengetahui orientasi geografis serta memberikan opsi untuk merencanakan perjalanan wisata secara personal.

Contoh Tourism Map Kalimantan Selatan. Sumber : http://www.indonesia-tourism.com/.  Tourism Map ini dapat dibuat semakin lengkap sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi yang cukup bagi para wisatawan. Objek-objek pariwisata dimuat lebih lengkap tidak hanya meliputi wisata alam, melainkan juga memuat wisata bahari, wisata religi, wisata budaya, wisata kuliner, hingga wisata belanja. Selain informasi mengenai objek-objek wisata, juga akan diberikan informasi mengenai nomor-nomor penting seperti rumah sakit, polisi, bahkan pemadam kebakaran.

Diharapkan dengan adanya Tourism Map ini, wisatawan dapat mengetahui seluruh objek wisata yang ada di Kalimantan Selatan, bukan hanya objek-objek yang telah tersorot selama ini. Tentunya dengan bertambahnya pengunjung, diharapkan pula dapat memacu pengembangan kualitas infrastruktur yang ada sehingga wisatawan dapat semakin nyaman berkunjung.

Sekretaris Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Imam Suprastowo mengimbau agar antarsektor bersinergi membangun pariwisata di Kalsel, seperti yang dilakukan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Sebab tanpa sinergi antarsektoral sulit mencapai hasil maksimal pembangunan kepariwisataan di `banua` (daerah) kita,” tuturnya menjawab Antara Kalsel di Banjarmasin, Kalsel Jumat.

Pendapat Imam Suprastowo yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kalsel itu dikemukakan sesudah komisi yang juga membidangi kepariwisataan itu melakukan studi komparasi ke DIY beberapa waktu lalu. Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VII/Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) itu menunjuk contoh DIY yang saling bersinergi dalam membangun dan mengembangkan kepariwisataan . Semua sektor atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta pihak lain di DIY saling tunjang-menunjang dalam membangun dan mengembangkan kepariwisataan, sehingga maju pesat dan selalu `survive`,” lanjutnya.

Menurut dia, “Bumi Perjuangan Pangeran Antasari” Kalsel juga memiliki banyak objek wisata cukup potensial yang bisa menarik wisatawan nusantara (wisnus) dan mancanegara (wisman). Sebagai contoh keasrian dan keaslian hutan pedalaman Pegunungan Meratus serta objek wisata bahari dengan taman bawah lautnya. Sayangnya sarana dan prasarana belum menunjang.  “Oleh sebab itu, masih perlu sinergi dalam membangun kepariwisataan agar lebih maju serta semakin memberi daya tarik wisnus dan wisman, seperti bidang infrastruktur serta penunjang lainnya,” demikian Imam Suprastowo.

Sebelumnya atau hingga tahun 1980-an di Kalsel terdapat dua objek wisata yang bukan hanya dikenal di dalam negeri tetapi juga dunia, yaitu pasar terapung (floting market) di Sungai Barito/Muara Kuin Banjarmasin.  Selain itu, objek wisata Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang bukan saja menyuguhkan panorama alam Pegunungan Meratus, tetapi bisa juga menjadi objek wisata petualangan dan terdapat pula budaya komunitas masyarakat terasing atau Suku Dayak. (ant/***)

 

 2,552 total views,  2 views today

Check Also

Perjuangan Komisi IV Membuahkan Hasil

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin (Foto/Ist) Banjarmasin– Perjuangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.