Pertumbuhan Produksi Negatif di Kalsel Disumbang oleh Empat Kelompok Industri Manufaktur Besar dan Sedang

 

Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, (tengah) didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, Kepala Bidang Statistik Sosial Agnes Widiastuti,S.Si. ME dan Kepala Bidang Statistik Produksi Ir. Rismanto, MP

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar/Sedang dan Mikro/Kecil Provinsi Kalimantan Selatan Triwulan IV Tahun 2018

 BANJARMASIN, PROSPEK-Pertumbuhan produksi negatif di Kalimantan Selatan ini disumbang oleh empat kelompok industri manufaktur besar dan sedang. Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (KBLI-20) mengalami pertumbuhan negatif terbesar, yaitu sebesar -13,73 persen. Industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (KBLI-16) berada diurutan kedua dengan pertumbuhan negatif sebesar -9,70 persen. Industri karet, barang dari karet dan plastik (KBLI-22) serta industri makanan (KBLI-10) juga mengalami pertumbuhan negatif masing-masing sebesar -8,85 persen dan -0,88 persen. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, mengatakan hal itu, kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, dihadiri para undangan dari Perwakilan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru. Jumat, (1/2/2019).

Diah mengatakan bahwa produksi industri manufaktur besar dan sedang (q-to-q) Provinsi Kalimantan Selatan di triwulan IV tahun 2018 mengalami pertumbuhan negatif sebesar -2,69 persen jika dibanding produksi di triwulan III tahun 2018. Pada produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) Provinsi Kalimantan Selatan di triwulan IV tahun 2018 mengalami pertumbuhan positif sebesar 4,54 persen dibanding produksi triwulan IV tahun 2017.  “Sedangkan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (q-to-q) Provinsi Kalimantan Selatan di triwulan IV tahun 2018 mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,78 persen persen dibanding produksi triwulan III tahun 2018.  Pada produksi industri manufaktur mikro dan kecil (y-on-y) Provinsi Kalimantan Selatan di triwulan IV tahun 2018 mengalami pertumbuhan positif sebesar 25,41 persen jika dibanding produksi industri triwulan IV tahun 2017,” ujarnya.

“Apabila pertumbuhan industri besar dan sedang pada triwulan IV tahun 2018 dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y), maka industri besar dan sedang di Kalimantan Selatan pada triwulan ini mengalami pertumbuhan produksi positif sebesar 4,54 persen. Maka kelompok industri yang mempunyai andil dalam pertumbuhan produksi positif tersebut adalah industri makanan (KBLI-10) yang mengalami pertumbuhan produksi positif sebesar 6,91 persen,” jelasnya.

“Sementara itu, tiga kelompok industri manufaktur besar dan sedang lainnya pada triwulan ini mengalami pertumbuhan produksi negatif dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2017. Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (KBLI-20) mengalami pertumbuhan produksi negatif sebesar -13,18 persen. Industri kayu, barang dari kayu, dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari rotan, bambu dan sejenisnya (KBLI-16) mengalami pertumbuhan negatif sebesar -17,27 persen. Pertumbuhan negatif terbesar terjadi pada kelompok karet, barang dari karet/plastik (KBLI-22) dengan pertumbuhan sebesar -20,93 persen,” tambahnya.

Menurutnya, usaha industri manufaktur mikro dan kecil merupakan suatu usaha industri yang memiliki pekerja sebanyak 1-19 orang. Walaupun peranan industri mikro dan kecil tidak terlalu besar namun patut mendapat perhatian dalam pembangunan bidang industri, karena dari usaha ini dapat menjadi penyokong berkembangnya industri besar/sedang. Dengan jumlah usaha yang relatif tidak banyak tapi bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih luas, apabila usaha tersebut bisa dikembangkan akan mendukung usaha industri besar dan menengah untuk lebih lanjut.

“Pada periode Oktober s/d Desember atau triwulan IV tahun 2018, produksi industri mikro dan kecil (IMK) di Kalimantan Selatan (q-to-q) mengalami pertumbuhan produksi positif sebesar 2,78 persen dibanding triwulan III tahun 2018. Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil secara nasional yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,24 persen,” katanya.

Dia memaparkan, pertumbuhan positif IMK di Kalimantan Selatan ini terutama disumbang oleh empat kelompok industri yang meliputi industri makanan (KBLI-10) dengan pertumbuhan positif sebesar 14,82 persen, industri tekstil (KBLI-13) mengalami pertumbuhan positif sebesar 8,80 persen, industri percetakan dan reproduksi media rekaman (KBLI-18) mengalami pertumbuhan positif sebesar 15,13 persen, dan industri alat angkutan lainnya (KBLI-30) yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 23,35 persen.

Namun sebaliknya ada pula beberapa kelompok industri yang mengalami pertumbuhan negatif, yaitu industri pakaian jadi (KBLI-14) yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5,47 persen, industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (KBLI-16) yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar -5,89 persen, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (KBLI-20) dengan pertumbuhan negatif sebesar -8,64 persen, dan industri pengolahan lainnya (KBLI-32) dengan pertumbuhan negatif sebesar -5,12 persen.

Produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Selatan mengalami pertumbuhan positif 25,41 persen bila dibandingkan dengan produksi industri triwulan IV tahun 2017 atau secara (y-on-y). Hal yang sama juga terjadi di tingkat nasional, dimana produksi industri mikro dan kecil rata-rata mampu tumbuh positif sebesar 5,38 persen. Pertumbuhan positif produksi industri mikro dan kecil di Kalimantan Selatan ini terutama disumbang oleh 5 (lima) kelompok industri manufaktur mikro dan kecil di Provinsi Kalimantan Selatan.

Jenis-jenis industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan positif adalah industri kayu, barang dari kayu dan gabus (KBLI-16) yang mengalami pertumbuhan positif produksi sebesar 81,41 persen, industri tekstil (KBLI-13) yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 31,68 persen, industri pakaian jadi (KBLI-14) yang mengalami pertumbuhan positif produksi sebesar 12,92 persen, industri makanan (KBLI-10) yang mengalami pertumbuhan positif produksi sebesar 10,24 persen, dan industri percetakan dan reproduksi media rekaman (KBLI-18) yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 45,07 persen.

“Sedangkan beberapa jenis industri yang memberikan kontribusi pertumbuhan negatif adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (KBLI-20) dengan pertumbuhan negatif sebesar -13,23 persen, industri barang galian bukan logam (KBLI-23) dengan pertumbuhan negatif sebesar -3,39 persen, industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya (KBLI-25) dengan pertumbuhan negatif sebesar -3,45 persen,” jelasnya. (MZR)

 262 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.