Harga Komoditas Sayur-Sayuran Menurun

BANJARMASIN, PROSPEK— Turunnya indeks harga yang diterima petani (It) bulan Januari 2019 terutama karena terjadi penurunan indeks harga komoditas pada kelompok sayur-sayuran sebesar 2,88 persen. Penurunan terjadi pada buncis, bawang daun, cabe rawit, kacang panjang, bayam, dan beberapa sayuran lainnya. Kelompok buah-buahan dipicu oleh turunnya harga jeruk, semangka, pisang dan rambutan. Sedangkan kelompok tanaman obat terjadi kenaikan yang disebabkan oleh harga kunyit. Kenaikan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) disebabkan naiknya indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 1,12persen dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik 0,08 persen. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, mengatakan hal itu kepada para wartawan media cetak dan Eletronik, di Aula kantor BPS Banjarbaru. Jumat, (1/2/2019).

Dapat dikatakan bahwa Subsektor Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTP-H) bulan Januari 2019 mencapai 101,58 persen. Pada bulan ini NTP-H turun sebesar 1,85 persen. Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (it) turun 0,90 persen menjadi 131,43 pada bulan Januari 2019, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan hanya sebesar 0,96 persen menjadi 128,39 pada bulan Januari 2019 lebih kecil dari It Sehingga NTP-H diatas 100.

Fachri mengatakan bahwa, pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-TPR), pada Januari 2019, NTP-TPR mencapai 77,39 atau turun sebesar 1,42 persen. Hal ini terjadi karena It turun 0,55 persen menjadi 101,41. Sementara Ib naik sebesar 0,88 persen menjadi 131,04 pada Januari 2019. Indeks yang diterima petani (it) bulan Januari 2019 lebih rendah dari indeks yang dibayarkan petani (Ib) sehingga NTP-TPR masih dibawah 100.

“Indeks harga yang diterima pada kelompok tanaman perkebunan rakyat dari 101,97 pada Desember 2018 menjadi 101,41 Januari 2019, terutama karena turunnya harga karet. Sedangkan kenaikan pada Ib disebabkan naiknya indeks kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 1,03 persen dan indeks BPPBM naik 0,20 persen,” katanya.

“Pada subsektor Peternakan (NTP-TR), pada bulan Januari 2019, NTP-TR mencapai 111,11 atau turun sebesar 0,22 persen. Hal ini terjadi karena It hanya naik 0,22 persen, sementara Ib naik sebesar 0,44 persen,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan It bulan Januari 2019 karena turunnya indeks harga komoditas pada kelompok ternak besar 0,85 persen, kelompok ternak kecil turun 1,49 persen, dan kelompok hasil ternak turun sebesar 1,09 persen, walaupun kelompok unggas naik 1,91 persen. Kenaikan terjadi pada Ib yang disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,96 persen, dan indeks BPPBM naik 0,23 persen. Namun demikian indeks yang diterima petani (it) masih lebih besar dari indeks yang dibayarkan petani (Ib) sehingga NTP-TR diatas 100.

Untuk Subsektor Perikanan (NTNP), pada Januari 2019, NTNP mencapai 111,97 atau turun sebesar 0,74 persen. Hal ini karena It naik lebih kecil dari Ib. It naik sebesar 0,06 persen, sedangkan Ib terjadi kenaikan sebesar 0,80 persen. Kenaikan It pada bulan Januari 2019 disebabkan indeks kelompok perikanan tangkap secara rata-rata naik sebesar 0,17 persen, dan kelompok budidaya ikan turun sebesar 0,24 persen. Kenaikan Ib disebabkan naiknya indeks harga kelompok KRT sebesar 0,98 persen, dan indeks kelompok BPPBM naik 0,42 persen.

Disisi lain, Kelompok Penangkapan Ikan (NTN), pada Januari 2019, NTN mencapai 114,09 atau turun sebesar 0,67 persen. penurunan NTN karena It naik lebih kecil dari Ib, indeks yang diterima (It) naik sebesar 0,17 persen sementara Ib naik 0,85 persen. Kenaikan It karena hasil penangkapan perairan umum naik sebesar 1,03 persen, sementara kelompok penangkapan laut mengalami penurunan sebesar 0,14 persen. Sementara kenaikan pada Ib dikarenakan naiknya indeks harga kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar 0,99 persen, dan kelompok BPPBM naik sebesar 0,53 persen.

Sedangkan untuk Kelompok Budidaya Ikan (NTPi), Pada Januari 2019, NTPi mencapai 106,39 atau naik sebesar 0,92 persen. Indeks yang diterima petani (It) turun 0,24 persen dan penurunan terjadi karena It kelompok budidaya air tawar turun sebesar 0,33 persen, dimana terjadi kenaikan harga ikan nila, bawal dan ikan lele. Sementara kelompok budidaya air payau tidak terjadi perubahan. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,68 persen. Kenaikan yang terjadi pada Ib dikarenakan indeks kelompok KRT naik 0,94 persen dan kelompok BPPBM naik 0,13 persen . (MZR)

 

 307 total views,  3 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.