KLHK Akui Banjarmasin Berhasil Terapkan Peraturan Pelarangan Kantong Plastik

Banjarmasin Kota Pertama yang Melarang Penggunaan Kantong Plastik

BANJARMASIN, PROSPEK –Sekarang Kota Banjarmasin dinilai telah berhasil menerapkan peraturan tentang pelarangan penggunaan kantong plastik bagi ritel, toko modern dan apotek. Awalnya, banyak masyarakat yang protes dengan terbitnya peraturan tersebut. Namun sejalan dengan waktu, tak hanya masyarakat yang menerima keberadaan Perwali tersebut, tetapi pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun, akhirnya, harus mengakui bahwa kota ini selain sukses dengan penerapan aturan tersebut, juga kota pertama di Indonesia yang berani menerapkan kebijakan tersebut. “Banjarmasin sudah seharusnya melakukan kebijakan itu, karena sudah 600 ton sampah perhari dan 15 persennya adalah plastik. Dengan kebijakan Peraturan Walikota nomor 16 tahun 2018, kami sudah bisa mengurangi 3 persen sampah plastik dari 600 ton,” jelas Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina.

Makanya jangan heran bila saat ini tak sedikit pemerintah daerah mengunjungi kota berjuluk seribu sungai, hanya untuk belajar tentang pengelolaan sampah plastik. Seperti yang dilakukan Bupati Kota Waringin Barat, Provinsi Kalteng Hj Nurhidayah. Hari Senin (21/01), ia bersama para pejabat lingkup Kota Waringin Barat menemui Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Kedatangannya ke Balai Kota Banjarmasin itu untuk mengetahui tentang cara yang dilakukan Pemko Banjarmasin terkait penanganan limbah sampah kantong plastik.Penanganan limbah sampah plastik telah dilakukan Pemko Banjarmasin sejak tahun 2016 lalu, tepatnya setelah Perwali Nomor 18 tahun 2016 diterbitkan.

Setelah dinilai sukses dengan kebijakan tersebut, katanya lagi, bukan berarti Pemko Banjarmasin kini bisa melenggang bebas.
Sebab, jelas H Ibnu Sina, hingga saat ini masih ada komponen masyarakat yang kurang bisa menerima kebijakan tersebut.
Bahkan, ada beberapa pengusaha di kota ini yang mencoba menggunakan kantong plastik di tempat usahanya

Namun, hal tersebut tidak diizinkan Pemko Banjarmasin. “Akhirnya mereka menggunakan kantong plastik ramah lingkungan yang terbuat dari singkong, yang dapat mengurai sekitar 2 bulan di tanah dan di air,” ucapnya.
Masih menurut H Ibnu Sina, selain melarang penggunaan kantong plastik, untuk mengurangi tumpukan sampah, Pemko Banjarmasin juga telah membuat Bank sampah.

Hingga saat ini, jumlah Bank Sampah yang ada di kota ini sekitar 244 unit yang tersebar di 52 kelurahan. “Kebijakan di jac strada kita itu ada dua prinsip, pertama pengurangan sampah, yang kedua penanganan sampah, pengurangan sampah itu ada 30 persen dan penanganan sampah itu ada 70 persen,” ujarnya.

Tak cukup sampai disitu,  mengingat penanganan masalah sampah ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, maka usaha mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan pun juga terus digelorakan  Pemko Banjarmasin, selain membentuk Satgas kebersihan, Pemko Banjarmasin juga melantik para siswa dan siswi SD dan SMP se Kota Banjarmasin menjadi Duta Kebersihan Lingkungan.

Dan terobosan terbaru yang dilakukan Pemko Banjarmasin agar kota berslogan Kayuh Baimbai ini bebas dari sampah terutama sampah plastik adalah dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan tempat minum tumbler. “Mohon doanya pada akhir bulan ini kita akan melaunching 1000 sungai, dan 1000 Tumbler untuk mengurangi plastik dari air minum kemasan,” pungkasnya.
Setelah mendengar penjelasan orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu, kegiatan kunjungan kerja itu dilanjutkan dengan sharing dan saling bertukar cendera mata.(*)

 280 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.