Hj. Farah Amalia ST Gantikan H. Achmad Saiman ST

Rapat Paripurna Istimewa tentang Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Prov Kalsel

Pengganti Antar Waktu (PAW) Sisa Masa Jabatan 2014-2019 atas Nama Hj. Farah Amalia, ST, Kamis, 10 Januari 2019

BANJARMASIN, PROSPEK-    Hj. Farah Amalia ST, sesuai ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pada hari kamis, 10 Januari 2019, telah dilaksanakan pengucapan sumpah atau janji sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga sekarang resmi menjadi  wakil rakyat dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya pada tataran lembaga legislatif daerah dan merupakan suatu kehormatan serta penghargaan dari masyarakat dan pemerintah.

Ketua DPRD Kalsel H. Burhanuddin pada Rapat Paripurna Istimewa tentang Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Prov Kalsel Pengganti Antar Waktu (PAW) Sisa Masa Jabatan 2014-2019 atas Nama Hj. Farah Amalia, ST, Kamis, 10 Januari 2019, mengatakan bahwa sesuai agenda perubahan materi dan jadwal kegiatan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Bulan Januari 2019, telah menetapkan agenda Rapat Paripurna Istimewa Dewan “Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Sisa Masa Jabatan 2014-2019 atas nama Hj. Farah Amalia ST dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) menggantikan H. Achmad Saiman ST dari kedudukannya sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan” yang berhenti antar waktu karena meninggal dunia.

Burhanuddin juga mengatakan bahwa dasar hukum, proses dan mekanisme Pengucapan Sumpah atau Janji Pengganti Antar Waktu, Pertama, Berdasarkan Ketentuan Pasal 139 Ayat (2)  huruf I dan Pasal 193 Ayat (2) huruf i Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, amanat Pasal 240 ayat (1) huruf k, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, serta Pasal 99 Ayat (3) huruf i Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota.

“Kedua, Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Pasal 7 Ayat (1) huruf t, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten / Kota,” ujarnya.

Setelah melalui proses dan mekanisme Pengganti Antar Waktu yaitu, pertama, Sesuai Surat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 036/DPD-HANURA/KS/XI/2018 Tanggal 6 November 2018 perihal Surat Permohonan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, atas nama Hj.Farah Amalia ST menggantikan H. Achmad Saiman ST yang berhenti antar waktu karena meninggal dunia.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 161.63-8831 Tahun 2018, tanggal 31 Desember 2018, Tentang Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan atas nama Saudari Hj. Farah Amalia ST sisa masa jabatan Tahun 2014 – 2019 terhitung mulai tanggal Pengucapan Sumpah atau Janji,” imbuhnya.

“Disamping itu kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Saudara Alm. H. Achmad Saiman ST atas dedikasi dan Pengabdiannya serta jasa-jasanya selama menjadi bagian keluarga besar DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah memberikan warna dalam pelaksanaan dan menjalankan fungsi fungsi DPRD, semoga Allah SWT membalas kebaikan yang almarhum lakukan selama ini,” ucap Burhanuddin.

“Sebagai wakil dan representasi rakyat di daerah, kita dituntut  untuk memperankan diri sebagai pengemban amanat rakyat. Dari perspektif perwakilan politik kita berkewajiban secara professional melaksanakan peran dan fungsi serta tugas dan tanggungjawab, artinya sebagai representasi rakyat mampu memahami dan mengakomodir aspirasi yang muncul dan berkembang dalam masyarakat serta mampu pula memperjuangkan serta
mewujudkannya di lembaga perwakilan rakyat ini secara logis, objektif dan professional,” katanya.

“Jabatan Wakil Rakyat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada masyarakat, tetapi yang lebih penting kepada Allah SWT. Kita saling mengingatkan dan mengharapkan agar melakukan sesuatu yang menjadi tugas dan tanggung jawab dengan ikhlas, niat yang bersih dan Lillahita’ala, Insya Allah upaya profesionalisme dan proporsionalisme yang kita tunjukan dalam kerja dan bakti nyata akan membuahkan hasil yang dapat dinikmati oleh orang banyak,” cetusnya.

“Semoga kita mampu melaksanakan sesuatu yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita secara optimal dengan segala ketulusan, keikhlasan dan niat yang bersih. Kami yakin keinginan dan tekad kita semua untuk memberikan yang terbaik bagi banua kita Prov Kalsel,” harapnya.(MZR)

 

 

 

 363 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.