Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Kalsel Naik 6,48 Poin

Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc,

Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) dan Transportasi Kalimantan Selatan Bulan November 2018

BANJARMASIN, PROSPEK –Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Selatan pada bulan November 2018 sebesar 64,60 persen, atau naik 6,48 poin dibanding TPK bulan Oktober 2018 yang sebesar 58,12 persen. Dibandingkan dengan TPK bulan November 2017 yang sebesar 51,90 persen, TPK bulan November 2018 naik sebesar 12,70 poin. Rata-rata Lama Menginap (RTLM) tamu asing dan dalam negeri (domestik) pada hotel bintang bulan November 2018 adalah 1,74 malam, naik 0,15 malam. Bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu bulan November 2017 yang sebesar 1,69 malam, RTLM bulan November 2018 terjadi kenaikan selama 0,05 malam. Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP dan Kepala Bidang Statistik Sosial Agnes Widiastuti,S.Si.mengatakan hal itu di Aula kantor BPS Banjarbaru, Rabu (2/1/2019).

Disisi lain, pada jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat melalui bandara di Kalimantan Selatan selama bulan November 2018 sebanyak 156.607 orang atau turun 12,72 persen dari bulan lalu. Jumlah penumpang yang datang melalui bandara di Kalimantan Selatan selama bulan November 2018 sebanyak 169.119 orang atau turun 3,49 persen dibanding bulan Oktober 2018.

Diah mengatakan bahwa TPK hotel berbintang bulan November 2018 terjadi kenaikan dari bulan sebelumnya. TPK bulan November 2018 sebesar 64,60 persen atau naik 6,48 poin dibanding TPK bulan Oktober 2018 sebesar 58,12 persen. Dibandingkan dengan TPK pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu November 2017 yang sebesar 51,90 persen, terjadi kenaikan sebesar 12,70 poin.

“Berdasarkan klasifikasi hotel bintang, pada bulan November 2018, TPK tertinggi dicapai oleh kelompok hotel bintang 4, yaitu sebesar 73,05 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 2 sebesar 32,46 persen. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, klasifikasi hotel bintang 1 mengalami kenaikan sebesar 12,65 poin, klasifikasi hotel bintang 3 naik sebesar 12,45 poin, klasifikasi hotel bintang 4 naik sebesar 2,43 poin, sedangkan klasifikasi bintang 2 terjadi penurunan sebesar 5,69 poin,” ujarnya.

“Sedangkan TPK hotel non bintang pada bulan November 2018 terjadi kenaikan dibandingkan dengan bulan Oktober 2018. TPK hotel non bintang pada bulan November 2018 sebesar 35,20 persen, atau naik 3,66 poin dibandingkan TPK bulan Oktober 2018 yang sebesar 31,54 persen. Dibandingkan dengan TPK pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu bulan November 2017 yang sebesar 33,94 persen, TPK bulan November 2018 naik sebesar 1,26 poin,” katanya.

“TPK tertinggi pada hotel non bintang bulan November 2018 dicapai oleh kelompok hotel dengan jumlah kamar 25 – 40 yaitu sebesar 43,19 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada kelompok jumlah kamar < 10 sebesar 25,34 persen. Dibandingkan bulan sebelumnya, TPK kelompok hotel dengan jumlah kamar 41 – 100 naik 19,85 poin, kelompok dengan jumlah kamar 25 – 40 naik 5,34 poin, kelompok dengan jumlah kamar 10 – 24 naik 1,09 poin, dan kelompok dengan jumlah kamar < 10 turun sebesar 5,94 poin,” ujar Diah.

Ia menjelaskan bahwa rata-rata lama menginap (RTLM) tamu asing dan dalam negeri hotel berbintang di Kalimantan Selatan pada bulan November 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,15 malam jika dibandingkan bulan Oktober 2018. “Dilihat dari klasifikasi hotel, RTLM tertinggi terjadi pada hotel berbintang 4 selama 1,86 malam, dan terendah terjadi pada hotel berbintang 2 selama 1,27 malam. Dilihat dari jenis tamu yang menginap, rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang pada bulan November 2018 lebih tinggi dibanding tamu dalam negeri, masing-masing selama 3,08 malam untuk tamu asing dan 1,73 malam untuk tamu dalam negeri,” imbuhnya.

“Sedangkan rata-rata Lama Menginap (RTLM) tamu asing dan dalam negeri pada hotel non bintang untuk bulan November 2018 adalah 1,51 malam, atau naik 0,19 malam dibandingkan keadaan bulan Oktober 2018 sebesar 1,32 malam. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun yang lalu (November 2017) mengalami kenaikan sebesar 0,23 malam, dimana pada bulan tersebut RTLM sebesar 1,28 malam,” katanya.

Dilihat dari kelompok kamar, RTLM tertinggi pada hotel non bintang terjadi pada kelompok hotel dengan jumlah kamar 25 – 40 selama 1,89 malam, dan yang terendah terjadi pada kelompok jumlah kamar 41 – 100 selama 1,04 malam. Berdasarkan jenis tamu yang menginap, pada bulan November 2018, rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel non bintang lebih rendah dibandingkan dengan tamu dalam negeri, dimana masing-masing 1,51 malam untuk tamu dalam negeri dan 1,00 malam untuk tamu asing.

Pada perkembangan transportasi angkutan udara, Diah mengungkapkan bahwa jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara di Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan November 2018 sebanyak 156.607 orang atau terjadi penurunan sebesar 12,72 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang yang berangkat bulan Oktober 2018 yang berjumlah 179.440 orang. Bila dibandingkan dengan jumlah penumpang yang berangkat pada bulan November 2017 yang mengangkut 162.262 orang terjadi penurunan sebesar 3,49 persen.

“Penumpang yang berangkat melalui Bandara Utama Syamsudin Noor pada bulan November 2018 sebanyak 147.272 orang terjadi penurunan sebesar 12,82 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang bulan Oktober 2018 yang mengangkut 168.921 orang. Pada Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 4.804 orang atau turun sebesar 6,65 persen,” tandasnya.

“Bandara Bersujud Batulicin dengan jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 4.357 orang atau turun sebesar 17,10 persen. Bandara Warukin Tanjung yang mulai beroperasi kembali pada bulan Mei 2018, jumlah penumpang berangkat pada bulan November 2018 naik sebesar 48,72 persen, dimana penumpang yang berangkat pada bulan November 2018 berjumlah 174 orang sedangkan pada bulan Oktober 2018 penumpang yang berangkat sebanyak 117 orang. Bila dibandingkan dengan bulan November 2017, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Syamsudin Noor turun sebesar 4,14 persen, yang melalui Bandara Gusti Syamsir Alam turun sebesar 1,25 persen, dan yang melalui Bandara Bersujud Batulicin naik sebesar 15,88 persen. Jumlah penumpang yang datang melalui bandara di Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan November 2018 terjadi penurunan sebesar 7,56 persen, dimana jumlah penumpang yang datang pada bulan November 2018 sebanyak 169.119 orang dan penumpang yang datang pada bulan Oktober 2018 sebanyak 182.952 orang, “ paparnya.

Penumpang yang datang di Bandara Utama Syamsudin Noor pada bulan November 2018 sebanyak 160.193 orang atau turun sebesar 7,33 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang yang datang pada bulan Oktober 2018 sebanyak 172.863 orang. Penumpang yang datang di Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru turun sebesar 6,34 persen dimana pada bulan November 2018 jumlah penumpang yang datang sebanyak 4.561 orang sedangkan pada bulan Oktober 2018 jumlah penumpang yang datang sebanyak 4.870 orang. Pada Bandara Bersujud Batulicin, jumlah penumpang yang datang di bulan November 2018 sebanyak 4.202 orang, turun sebesar 16,94 persen, dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan pada Bandara Warukin Tanjung jumlah penumpang yang datang naik sebesar 1,88 persen. Jika dibandingkan dengan bulan November 2017, jumlah penumpang yang datang pada Bandara Syamsudin Noor naik sebesar 2,90 persen, Bandara Gusti Syamsir Alam turun sebesar 1,36 persen, dan pada Bandara Bersujud Batulicin penumpang yang datang naik sebesar 12,78 persen. (MZR)

 359 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.