Nilai Ekspor Kalsel Bulan November Turun 3,96 persen

BANJARMASIN-  Kepala Badan Pusat Statisik Prov. Kalsel,Ir. Diah Utami,M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP dan Kepala Bidang Statistik Sosial Agnes Widiastuti,S.Si. ME pada saat jumpa Pers Bulanan, kepada para awak media cetak dan Eletronik, serta para undangan dari Perwakilan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru mengatakan bahwa nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Selatan bulan November 2018 mencapai US$737,17 juta atau turun 3,96 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2018 yang mencapai US$767,56 juta dan naik 7,72 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan November 2017 yang mencapai US$684,33 juta. Rabu (2/1)

Sedangkan untuk nilai impor Kalimantan Selatan bulan November 2018 sebesar US$141,93 juta atau turun sebesar 41,39 persen dibanding impor bulan Oktober 2018 yang mencapai US$242,15 juta. Sedangkan jika dibandingkan dengan nilai impor bulan November 2017, nilai tersebut turun sebesar 13,75 persen dengan nilai US$164,55 juta.

Neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan pada bulan November 2018 surplus US$595,24 juta.

Perkembangan Ekspor

Diah mengatakan bahwa Ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan pada bulan November 2018 mencapai US$737,17 juta atau turun sebesar 3,96 persen dibanding nilai ekspor bulan Oktober 2018 yang mencapai US$767,56 juta. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan November 2017 yang mencapai US$684,33 juta, maka nilai ekspor bulan November 2018 ini naik sebanyak 7,72 persen.

“Kelompok barang utama penyumbang ekspor terbesar Kalimantan Selatan bulan November 2018 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit diperoleh dari kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$615,52 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 5,89 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2018 yang mencapai US$654,02 juta. Sementara itu, di urutan kedua adalah kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yang menyumbang ekspor dengan nilai US$99,46 juta yang mengalami kenaikan sebesar 2,79 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di urutan ketiga adalah kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dengan nilai ekspor US$11,34 juta yang naik sebanyak 30,04 persen dibanding bulan Oktober 2018,” ujarnya.

“Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor bulan November 2018, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 83,50 persen. Kemudian diikuti oleh kelompok barang lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dan kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dengan kontribusi masing-masing sebesar 13,49 persen dan 1,54 persen. Adapun kelompok penyumbang yang menempati posisi keempat dan kelima adalah kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan kontribusi sebesar 0,87 persen, dan ampas/sisa industry makanan (HS 23) dengan kontribusi sebesar 0,34 persen,” katanya.

Jika dilihat dari sisi perkembangannya, total ekspor kelima barang utama sebesar US$735,26 juta ini mengalami penurunan sebesar 4,07 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2018 yang mencapai US$766,46 juta.

 

Ekspor Menurut Negara Tujuan

Menurut negara tujuan utama ekspor, nilai ekspor tertinggi pada bulan November 2018 adalah ekspor dengan tujuan ke India sebesar US$179,39 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 9,18 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2018 yang mencapai US$164,31 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke Tiongkok sebanyak US$151,34 juta, yang mengalami penurunan sebesar 46,52 persen. Berada di urutan ketiga adalah ekspor ke Jepang dengan nilai sebesar US$116,94 juta yang naik sebesar 89,40 persen dibandingkan dengan nilai ekspor ke negara ini pada bulan Oktober 2018. Selanjutnya di urutan keempat dan kelima adalah Filipina dengan nilai ekspor US$47,57 juta dan Korea Selatan dengan nilai ekspor US$43,13 juta.

Nilai ekspor kelima negara tujuan utama pada bulan November 2018 mencapai US$538,37 juta atau mengalami penurunan sebesar 8,56 persen dibandingkan nilai total kelima negara tersebut pada bulan Oktober 2018 yang mencapai US$588,76 juta. Nilai ekspor Kalimantan Selatan kelima negara tujuan utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 73,03 persen terhadap total ekspor bulan November 2018.

Perkembangan Impor

Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan November 2018 mencapai US$141,93 juta atau turun sebesar 41,39 persen dibanding nilai impor bulan Oktober 2018 yang mencapai US$242,15 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor bulan November 2017 yang mencapai US$164,55 juta, maka nilai impor bulan November 2018 turun sebesar 13,75 persen.

 

Impor Menurut Kelompok Barang (HS 2 Dijit)

Menurut kelompok barang, pada bulan November 2018 lima kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27), diikuti oleh kelompok mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84), kelompok pupuk (31), kelompok berbagai produk kimia (HS 38), dan kelompok benda-benda dari besi dan baja (HS 73). Nilai impor untuk kelima kelompok barang tersebut masing-masing adalah HS 27 sebesar US$122,19 juta, HS 84 sebesar US$13,94 juta, HS 31 sebesar US$1,33 juta, HS 38 sebesar US$1,08 juta, dan HS 73 sebesar US$0,93 juta. Kontribusi dari masing-masing kelompok tersebut adalah sebesar 86,09 persen; 9,82 persen; 0,94 persen; 0,76 persen; dan 0,66 persen dari total impor bulan November 2018.

Nilai impor kelima kelompok barang utama pada bulan November 2018 mencapai US$139,47 juta dengan kontribusi mencapai 98,27 persen dari total impor. Sedangkan dari sisi perkembangan, nilai impor kelima kelompok barang utama tersebut pada bulan November 2018 ini mengalami penurunan sebesar 25,25 persen dibanding dengan impor bulan Oktober 2018 pada kelompok barang yang sama.

 

Impor Menurut Negara Asal

Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan November 2018 tertinggi berasal dari Singapura dengan nilai US$100,17 juta, yang mengalami penurunan sebesar 33,77 persen dibandingkan impor pada bulan Oktober 2018 yang mencapai US$151,24 juta. Berada di urutan kedua adalah negara Malaysia dengan nilai impor mencapai US$23,65 juta. Sedangkan berada di urutan ketiga adalah Korea Selatan dengan nilai impor US$7,71 juta, diikuti oleh Tiongkok sebesar US$5,96 juta, dan Taiwan sebesar US$1,33 juta.

Kontribusi impor dari Singapura mencapai 70,58 persen dari total nilai impor Kalimantan Selatan bulan November 2018. Sedangkan impor dari Malaysia, Korea Selatan, Tiongkok dan Taiwan memberikan kontribusi masing-masing sebesar 16,66 persen; 5,43 persen; 4,20 persen; dan 0,94 persen.

Nilai impor kelima negara tujuan utama pemasok impor ke Kalimantan Selatan tersebut pada bulan November 2018 ini mencapai US$138,82 juta dengan kontribusi sebesar 97,81 persen. Dilihat dari sisi perkembangan, impor dari kelima negara tujuan utama tersebut turun sebanyak 24,59 persen dibanding nilai impor kelimanya pada bulan Oktober 2018.

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan Kalimantan Selatan tetap menunjukan nilai yang positif. Pada bulan November 2018 ini, neraca perdagangan ekspor impor surplus sebesar US$595,24 juta. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan neraca perdagangan pada bulan Oktober 2018 lalu yang surplus sebesar US$525,41 juta. (MZR)

 318 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.